Ilustrasi kerokan badan. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Saat badan lagi pegal, masuk angin, atau nggak enak badan, banyak orang langsung kepikiran dengan kerokan. Cara ini memang udah jadi andalan turun-temurun karena dianggap ampuh dan praktis.
Tapi, di balik sensasi lega setelah kerokan, terapi ini juga ternyata memiliki risiko yang jarang diketahui.
Baca juga: 7 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil Trimester Kedua, Biar Tetap Fit dan Happy!
Kerokan adalah terapi tradisional dengan cara menggosok permukaan kulit menggunakan koin atau alat khusus. Biasanya, dilakukan setelah kulit diolesi minyak agar lebih licin.
Di Tiongkok, teknik ini dikenal sebagai gua sha. Setelah dikerok, kulit biasanya muncul garis merah atau bintik-bintik yang disebut “sha”.
Secara medis, garis merah itu sebenarnya terjadi karena pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah, istilahnya adalah petechiae atau ekimosis.
Meskipun belum banyak bukti ilmiah yang kuat, beberapa orang merasa kerokan bisa bantu meredakan keluhan ringan.
Baca juga: 7 Cara Alami Mengobati Campak yang Bantu Penyembuhan Lebih Cepat dan Aman Dicoba!
1. Meredakan Pegal dan Nyeri Otot
Gesekan pada kulit bisa memberikan efek hangat dan meningkatkan aliran darah sementara, jadi badan terasa lebih ringan.
2. Bantu Mengurangi Sakit Kepala
Beberapa orang merasa sakit kepala berkurang setelah kerokan, terutama yang tegang atau migrain ringan.
3. Mengurangi Nyeri Leher dan Punggung
Efek relaksasi dari kerokan bisa bantu meredakan nyeri, walaupun biasanya hanya sementara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Alodokter