Ilustrasi kulit bercak atau plak hitam sebagai tanda gejala keratosis aktinik. (Freepik)
INDOZONE.ID - Kondisi kulit kamu terdapat bercak atau plak kasar bersisik yang muncul pada lapisan terluar kulit? Bisa jadi itu tanda adanya keratosis aktinik.
Bahkan dalam beberapa kasus, permukaan yang bercak itu dapat mengeras dan menyerupai kutil. Kondisi tersebut juga dikenal sebagai solar keratosis.
Sebab hal itu berkaitan erat dengan paparan sinar matahari. Keratosis aktinik berkembang secara perlahan, dan umumnya pertama kali muncul pada individu berusia di atas 40 tahun.
Para ahli menekankan, risiko kondisi ini dapat dikurangi dengan membatasi paparan sinar matahari, serta melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV).
Jika tidak ditangani, sekitar 5–10 persen kasus dapat berkembang menjadi kanker kulit jenis karsinoma sel skuamosa.
Baca juga: Gejala Diabetes Ditandai dengan Munculnya Bercak Hitam Dilipatan Kulit
Dikutip dari Mayo Clinic, keratosis aktinik memiliki tampilan yang bervariasi, namun umumnya ditandai dengan:
Membedakan bercak kulit biasa dengan tanda awal kanker kulit, bukan hal mudah. Oleh karena itu, setiap perubahan kulit sebaiknya diperiksa oleh tenaga medis, terutama jika:
Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Ilustrasi kulit bercak sebagai salah satu gejala keratosis aktinik. (Freepik)
Penyebab utama keratosis aktinik adalah, paparan sinar ultraviolet (UV) secara berulang atau intens. Baik dari sinar matahari maupun alat tanning (tanning bed).
Paparan UV dalam jangka panjang, dapat merusak sel kulit dan memicu pertumbuhan abnormal.
Keratosis aktinik dapat terjadi pada siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada individu yang:
Jika ditangani sejak dini, keratosis aktinik dapat dihilangkan sepenuhnya. Namun, jika dibiarkan, sebagian kasus dapat berkembang menjadi kanker kulit karsinoma sel skuamosa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic