Ilustrasi kelemahan mendadak pada kaki akibat AFM. (Freepik)
INDOZONE.ID - Istilah Acute flaccid myelitis (AFM) atau mielitis flaksid akut, belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, ini merupakan penyakit langka namun serius, yang menyerang sumsum tulang belakang.
Penyakit tersebut dapat menyebabkan kelemahan mendadak pada lengan atau kaki, hilangnya tonus otot, serta berkurangnya refleks tubuh. AFM paling sering terjadi pada anak-anak usia muda.
Sebagian besar anak yang mengalami kondisi ini, sebelumnya mengalami infeksi virus ringan. Misal, flu atau demam, sekitar satu hingga empat minggu sebelum gejala AFM muncul.
Dikutip dari Mayo Clinic, gejala AFM biasanya muncul secara tiba-tiba, dan dapat berkembang dengan cepat. Beberapa tanda yang paling umum meliputi:
Baca juga: Hati-Hati! Ini 5 Ciri Penyakit Jantung di Usia Muda, Cepat Lelah hingga Kaki Bengkak
Selain itu, gejala lain yang mungkin muncul antara lain:
Pada kasus yang lebih jarang, penderita juga dapat mengalami:
Dalam kondisi berat, AFM dapat menyebabkan kegagalan pernapasan karena otot-otot pernapasan melemah. Kondisi ini dapat mengancam nyawa dan membutuhkan penanganan intensif.
Ilustrasi tangan kesemutan akibat penyakit AFM. (Unsplash/Lucky7trader)
Jika kamu atau anak mengalami gejala seperti kelemahan mendadak pada anggota tubuh, atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis.
AFM adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat di rumah sakit, bahkan dalam beberapa kasus memerlukan alat bantu napas (ventilator).
AFM diduga berkaitan dengan infeksi virus, terutama kelompok enterovirus yang juga sering menyebabkan penyakit pernapasan ringan dan demam, khususnya pada anak-anak.
Namun hingga kini, belum diketahui secara pasti mengapa hanya sebagian kecil penderita infeksi virus tersebut, yang kemudian berkembang menjadi AFM.
Kasus AFM sering meningkat pada periode tertentu, terutama antara Agustus hingga November di beberapa negara. Gejalanya juga menyerupai penyakit polio, meskipun AFM tidak disebabkan oleh virus polio.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic