efek samping bagi kesehatan kesringan oakai tws (freepik)
INDOZONE.ID - Pakai TWS memang sudah jadi bagian dari keseharian, dari dengerin musik sampai nemenin kerja atau perjalanan.
Namun, di balik kebiasaan itu, ada risiko kesehatan yang sering luput dari perhatian. Kalau kamu termasuk yang hampir nggak pernah lepas dari TWS setiap hari, penting banget buat mulai lebih aware.
Nah, berikut beberapa efek samping yang bisa muncul jika TWS dipakai terlalu lama.
Saat kamu memakai TWS, suara langsung masuk ke telinga tanpa “filter” alami.
Kalau volumenya terlalu tinggi atau lebih dari 90 desibel, risikonya bukan cuma telinga terasa nggak nyaman, tapi juga bisa merusak pendengaran secara perlahan.
Bahkan, mendengarkan musik di atas 100 desibel selama 15 menit saja sudah cukup untuk memicu penurunan fungsi pendengaran.
Nah, supaya tetap aman, coba biasakan atur volume di sekitar 60% dari maksimal. Kedengarannya sepele, tapi ini bisa jadi penyelamat telingamu dalam jangka panjang.
Pernah merasa telinga tiba-tiba “budek” setelah lama pakai TWS? Banyak orang mengalami tuli sesaat setelah mendengarkan suara keras dalam waktu lama.
Meski biasanya kembali normal, kondisi ini sebenarnya jadi sinyal bahwa telinga kamu sedang kelelahan.
Kalau dibiarkan terus-menerus, bukan nggak mungkin efeknya berubah jadi gangguan permanen. Idealnya, hindari penggunaan lebih dari 3-4 jam tanpa jeda.
TWS yang dipakai terlalu lama bisa jadi rumah bagi bakteri, apalagi kalau sering dipakai bergantian dengan orang lain. Bakteri bisa dengan mudah berpindah dan berkembang di area telinga yang lembap.
Baca juga: Tak Hanya Jantung dan Saraf, Diabetes Juga Bisa Bikin Telinga Bermasalah
Selain itu, penggunaan TWS yang menutup saluran telinga juga menghambat sirkulasi udara. Kondisi ini bisa bikin telinga jadi lebih rentan terhadap infeksi.
Jadi, penting banget untuk menjaga kebersihan perangkat dan tidak memakainya terlalu lama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline