Ilustrasi seseorang mengalami Fatty liver disease atau hati berlemak. (Freepik)
INDOZONE.ID - Fatty liver disease atau penyakit hati berlemak, kini menjadi masalah kesehatan global yang terus meningkat. Tidak hanya pada orang dewasa, tapi juga kelompok usia yang lebih muda.
Kondisi tersebut sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Terlebih, pada individu dengan kelebihan berat badan, resistensi insulin, atau gangguan metabolisme.
Banyak penderita, baru menyadari adanya gangguan ini setelah menjalani pemeriksaan darah rutin atau pemindaian medis.
Kabar baiknya, perubahan pola makan dan gaya hidup terbukti memainkan peran penting dalam memperbaiki kondisi hati.
Dikutip dari Medical Daily, penyakit hati berlemak terjadi ketika lemak menumpuk secara berlebihan di dalam sel hati.
Jenis yang paling umum adalah Nonalcoholic Fatty Liver Disease. Kondisi ini tidak disebabkan oleh konsumsi alkohol, melainkan berkaitan erat dengan obesitas, diabetes tipe 2, kadar trigliserida tinggi, dan resistensi insulin.
Baca juga: 5 Gejala Awal Hati Berlemak Non Alkohol yang Perlu Diwaspadai
Selain itu, ada juga bentuk lain yang dipicu oleh konsumsi alkohol berlebihan. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, banyak penderita tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga penyakit ini sering tidak terdeteksi.
Faktor risiko yang umum meliputi:
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi fibrosis, sirosis, bahkan kanker hati.
Ilustrasi hati berlemak. (medicanorthbengalclinic.com)
Pemeriksaan medis menjadi langkah awal untuk mengetahui tingkat keparahan penyakit. Dokter biasanya menggunakan tes darah, USG, atau teknologi seperti FibroScan, untuk menilai kadar lemak dan kekakuan hati.
Berdasarkan rekomendasi dari Mayo Clinic, penurunan berat badan sebesar 5–10 persen dapat memberikan dampak signifikan dalam memperbaiki kondisi hati.
Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily