Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 10 MEI 2026 • 16:30 WIB

Kasus Tumor Otak Meningkat, Teknologi Gamma Knife Jadi Harapan Baru Pasien

Kasus Tumor Otak Meningkat, Teknologi Gamma Knife Jadi Harapan Baru PasienRS di Indonesia kolaborasi untuk layani pasien tumor otak agar tak berobat ke luar negeri. (Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Tumor otak menjadi salah satu kasus gangguan neurologi dan bedah saraf di Indonesia yang jarang disorot. Penyakit ini dinilai sangat serius dan membutuhkan penanganan yang presisi serta terintegrasi. 

Penyebab tumor otak berasal dari jaringan otak (tumor primer) atau dari penyebaran kanker di bagian tubuh lain (metastasis). Sekitar 15–30% kasus tumor otak merupakan metastasis, yang umumnya berasal dari kanker paru-paru, payudara, dan ginjal. 

Sayangnya, akses terhadap teknologi penanganan modern yang minim invasif masih terbatas. Banyak pasien yang terpaksa harus mencari layanan ke luar negeri. 

Melihat kondisi tersebut, penyedia alat kesehatan hingga rumah sakit di Indonesia mulai menghadirkan lebih banyak teknologi penanganan modern yang minim invasif untuk terapi tumor otak. Langkah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tanpa harus berobat ke luar negeri.

Baca juga: 5 Mitos dan Fakta Tumor Otak, Nomor 4 Paling Umum!

Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, Adin Nulkhasanah juga menilai kebutuhan terhadap teknologi radiosurgery untuk menangani kasus saraf terus meningkat. Menurutnya, akses layanan yang lebih mudah penting agar pasien tidak lagi bergantung pada pengobatan di luar negeri.

“Pasien dapat memperoleh akses ke layanan tersebut dengan tetap menjaga kesinambungan perawatan rumah sakit, sehingga proses penanganan menjadi lebih terkoordinasi dan efektif,” ujar dr. Adin di Jakarta.

Presiden Direktur Siloam International Hospitals David Utama menambahkan, untuk mewujudkan harapan tersebut, rumah sakit di Indonesia perlu saling berkolaborasi. Jika terlaksana, pasti lebih memudahkan pasien dalam mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.

“Kami siap menyediakan layanan rujukan nasional yang mampu menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tanpa harus pergi ke luar negeri,” tambahnya.

Baca juga: 8 Tanda Tumor Otak yang Sering Dianggap Biasa Aja padahal Bisa Kehilangan Penglihatan!

Direktur PT Gamma Knife Centre Indonesia, Albern Kusuma turut menjelaskan, salah satu teknologi radiosurgery untuk mengobati tumor otak adalah Gamma Knife Surgery. Di Indonesia, layanan ini telah beroperasi sejak 2013 untuk menjawab kebutuhan layanan neurologi yang semakin kompleks.

“Dengan meningkatnya kebutuhan penanganan kasus saraf yang memerlukan presisi tinggi, kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses pasien dan menjadi upaya untuk mengurangi kebutuhan pasien mencari pengobatan ke luar negeri,” tutupnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kasus Tumor Otak Meningkat, Teknologi Gamma Knife Jadi Harapan Baru Pasien

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!