5 Mitos dan Fakta Tumor Otak, Nomor 4 Paling Umum! (freepik.com)
INDOZONE.ID – Tumor otak adalah penyakit serius yang menyerang otak. Tumor otak seringkali disalahpahami, menyebabkan banyak mitos dan kesalahpahaman yang menimbulkan ketakutan dan kebingungan di kalangan masyarakat.
Berikut 5 mitos dan fakta tentang tumor otak dan nomor 4 yang paling umum.
Memahami Tumor Otak (livescience.com)
Tumor otak menyebabkan banyak mitos yang menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat awam. Kurangnya pemahaman tentang kanker otak terutama disebabkan oleh sifat kompleks tumor otak dan keterbatasan akses informasi yang dapat dipercaya, khususnya di daerah dengan akses internet yang kurang terjangkau.
Menurut laporan GLOBOCAN 2022 yang diterbitkan oleh International Association of Cancer Registries (IARC), India mencatat lebih dari 32.000 kasus baru tumor otak setiap tahun. Namun, banyak pasien baru yang masih mengikuti nasihat yang salah dari masyarakat yang tidak berdasar.
Baca Juga: Cuitan Pilu Pasien Tumor Otak di Twitter, Minta Izin Tutup Akun: Umur Gak Lama Lagi
Mitos dan Fakta Tumor Otak (cityofhope.org)
Berikut beberapa mitos dan fakta dari tumor otak yang sering beredar di masyarakat:
Tidak semua tumor otak adalah kanker. Meskipun semua kanker otak adalah tumor, tidak semua tumor otak bersifat kanker. Hampir 50% dari tumor otak bersifat jinak dan dapat disembuhkan dengan operasi atau radiosurgery.
Bagian-bagian otak memiliki fungsi yang unik, sehingga tumor di area tertentu dapat menimbulkan gejala yang berbeda. Misalnya, tumor di lobus frontal atau bagian depan otak dapat menyebabkan gangguan perilaku atau kognitif, sementara tumor di lobus temporal atau bagian samping otak dapat menyebabkan kejang atau gangguan memori.
Baca Juga: Curhat Gadis Muda Kena Tumor Otak, Sempat Dikira Salah Bantal karena Pusing & Sakit Leher
Tumor otak pada anak-anak adalah umum, menyumbang 1/5 hingga 1/4 dari semua pasien tumor. Tumor otak adalah kanker kedua yang paling umum pada anak-anak setelah kanker darah.
Meskipun telah dilakukan banyak penelitian, tidak ada bukti langsung yang menghubungkan paparan ponsel atau Wi-Fi dengan peningkatan risiko tumor otak.
Sakit kepala bisa disebabkan oleh berbagai faktor, dan sakit kepala yang terkait dengan tumor biasanya bersifat progresif, melibatkan seluruh otak, dan disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, pusing, penglihatan kabur, atau defisit neurologis atau kerusakan saraf.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ndtv.com