Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 12 MEI 2026 • 15:00 WIB

10 Kematian Akibat Campak di 2026, Pemerintah Genjot Edukasi Vaksinasi

10 Kematian Akibat Campak di 2026, Pemerintah Genjot Edukasi VaksinasiIlustrasi vaksin campak. (Freepik)

INDOZONE.ID - Tingginya kasus campak di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Pemerintah pun terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk mencegah meluasnya campak di berbagai wilayah.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melaporkan di sepanjang 2026 terdapat 10 kasus kematian akibat campak. Data ini juga menyebut bahwa sekitar 8% kasus terjadi pada kelompok usia dewasa (>18 tahun).

Kondisi ini menunjukkan bahwa perlindungan melalui vaksinasi penting dilakukan di semua kelompok usia. Terutama bagi masyarakat yang memiliki risiko tinggi terpapar virus.

Tapi jika melihat data Kementerian Kesehatan RI, cakupan imunisasi campak-rubela (MR) di Indonesia masih belum optimal. Pada 2024, cakupan imunisasi dosis pertama (MR1) tercatat sebesar 92 persen, sedangkan dosis kedua (MR2) baru mencapai 82,3 persen.

Campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan sangat tinggi. Sehingga membutuhkan cakupan vaksinasi lebih dari 95 persen untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Baca juga: 100 Anak Tewas dalam Sebulan, Bangladesh Gelar Vaksinasi Darurat Hadapi Wabah Campak

Apa Penyebab Campak?

Campak disebabkan oleh virus measles virus (MeV) yang dapat memicu berbagai komplikasi serius. Mulai dari pneumonia, ensefalitis atau peradangan otak, subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), hingga kematian. 

Karena itu, edukasi mengenai pentingnya vaksinasi dinilai perlu terus diperkuat. Di sisi lain, dukungan regulator dinilai berperan penting dalam mempercepat akses masyarakat terhadap vaksin.

Dalam tiga tahun terakhir saja, GSK mencatat rata-rata satu registrasi obat atau vaksin baru setiap enam bulan di Indonesia. Padahal dengan cakupan vaksinasi yang luas, bisa membantu menurunkan angka kasus campak.

Country Medical Director GSK Indonesia dr. Calvin Kwan mengatakan, pencegahan penyakit campak merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, setiap individu yang terlindungi melalui vaksinasi menjadi langkah penting menuju masyarakat yang lebih sehat dan kuat.

“Kami meyakini bahwa pencegahan adalah tanggung jawab bersama dan setiap individu yang terlindungi merupakan langkah menuju masyarakat yang lebih kuat dan sehat,” kata dr Calvin kepada wartawan.

Dengan pengalaman panjang dalam riset dan pengembangan vaksin, dr Calvin juga mendukung upaya Indonesia dalam mendukung imunitas dan melindungi anak-anak. Ia juga membantu meningkatkan kesadaran publik.

“Kami menyediakan informasi mengenai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin,” tambahnya.

Sementara itu, Director of Market Access and CGA GSK Indonesia Reswita Dery Gisriani menambahkan bahwa respons cepat dari BPOM dan Kementerian Kesehatan sangat penting dalam upaya mencegah wabah campak. Hal itu termasuk melalui proses persetujuan yang tepat waktu, seperti pemberian izin edar vaksin MMR (measles/campak, mumps/gondongan, dan rubella).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

10 Kematian Akibat Campak di 2026, Pemerintah Genjot Edukasi Vaksinasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!