INDOZONE.ID - Bangladesh menggelar vaksinasi darurat setelah wabah campak yang menyebar cepat diduga menewaskan lebih dari 100 orang. Sebagian besar korbannya merupakan anak-anak.
Kejadian luar biasa tersebut mungkin menjadi gelombang penyakit mematikan terburuk dalam sejarah terkini negara itu.
Vaksinasi yang dimulai Minggu (5/4/2026) ini dilakukan di tengah lebih dari 7.500 kasus dugaan campak sejak 15 Maret.
Lebih dari 900 kasus telah dikonfirmasi, meningkat tajam dari tahun 2025 ketika hanya 125 kasus campak tercatat sepanjang tahun.
Baca juga: Wamendagri Akhmad Wiyagus Dorong Pemda Percepat Penuntasan TBC, Ini Strategi Nasionalnya
Di Bangladesh, vaksin campak rutin diberikan kepada anak sejak usia sembilan bulan.
Namun sekitar sepertiga dari mereka yang terinfeksi wabah terbaru berusia di bawah sembilan bulan. Menurut Rana Flowers, perwakilan UNICEF di Bangladesh infeksi pada bayi usia ini sangat mengkhawatirkan.
Selain vaksinasi rutin, Bangladesh melakukan vaksinasi campak khusus setiap empat tahun. Tapi program tersebut terhenti sejak 2020, karena pandemi COVID dan situasi politik.
Baca juga: 6 Cara ke Dokter Gigi Pakai BPJS dan Jenis Perawatan yang Ditanggung, Wajib Tahu!
Bangladesh mengalami pergolakan politik pada 2024 ketika protes massal anti-pemerintah menggulingkan pemimpin lamanya Sheikh Hasina.
Vaksinasi campak seharusnya diadakan pada April tahun ini. "Tapi tidak terjadi," kata Shahriar Sajjad, Wakil Direktur Departemen Kesehatan.
Seorang pejabat kesehatan mengatakan masalah pengadaan menyebabkan kekurangan vaksin, termasuk untuk campak.
Baca juga: 7 Alasan Kenapa Berhenti Merokok Jadi Lapar Mulu, Nggak Banyak yang Tahu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC