Ilustrasi olahraga outdoor (freepik).
INDOZONE.ID - Baju olahraga ketat kini sudah jadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Pergi ke gym rasanya kurang lengkap tanpa legging fit body, sport bra, atau set workout yang terlihat stylish seperti para fitness influencer di media sosial.
Tak sedikit brand olahraga juga mempromosikan pakaian ketat sebagai outfit yang bisa membantu meningkatkan performa latihan. Klaimnya beragam, mulai dari membantu tubuh bergerak lebih bebas, membuat postur terlihat lebih baik, hingga meningkatkan rasa percaya diri saat berolahraga.
Tapi di balik tampilannya yang keren dan tren yang terus naik, ternyata ada fakta menarik yang jarang dibahas. Outfit olahraga yang terlalu ketat belum tentu selalu memberikan manfaat seperti yang dibayangkan.
Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa pakaian olahraga ketat bisa memengaruhi kenyamanan hingga performa seseorang saat beraktivitas.
Penelitian yang dilakukan oleh University of Toronto pada tahun 2020 menyoroti bagaimana pakaian ketat dan cenderung terbuka dapat memengaruhi perempuan saat melakukan aktivitas tertentu.
Dalam studi tersebut, para peserta perempuan diminta mengenakan pakaian yang ketat dibanding pakaian biasa yang lebih longgar.
Hasilnya cukup menarik. Beberapa peserta mengaku merasa kurang nyaman saat mengenakan outfit yang terlalu ketat tersebut. Perasaan tidak nyaman itu membuat mereka lebih sadar terhadap penampilan tubuh mereka sendiri dibanding fokus pada tugas yang sedang dikerjakan.
Peneliti menemukan bahwa distraksi tersebut bisa berdampak pada performa olahraga yang mereka lakukan. Temuan ini juga memperkuat sejumlah penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa sebagian perempuan bisa merasa kurang percaya diri atau lebih mudah terdistraksi ketika memakai pakaian yang terlalu memperlihatkan bentuk tubuh.
Baca juga: Perhatian! Berikut 7 Kesalahan Umum Pemula di Gym yang Sering Hambat Progress
Meski hasil penelitian ini cukup mengejutkan, bukan berarti semua pakaian olahraga ketat otomatis buruk untuk kesehatan atau performa olahraga.
Ada detail penting yang sering disalahartikan.
Dalam penelitian tersebut, peserta tidak diminta melakukan latihan fisik seperti lari, angkat beban, bersepeda, atau latihan kardio lainnya. Mereka justru diminta menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan konsentrasi dan kemampuan berpikir.
Artinya, studi ini lebih menyoroti dampak psikologis dari rasa tidak nyaman saat memakai pakaian tertentu, bukan membuktikan bahwa legging ketat secara langsung membuat performa olahraga menurun.
Bagi sebagian orang, pakaian ketat justru terasa lebih nyaman karena tidak mengganggu gerakan tubuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline