7 Manfaat Ikan Bandeng untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui (Wikipangan)
INDOZONE.ID - Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu jenis ikan air payau yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Meski memiliki banyak duri, ikan ini disukai karena rasanya yang gurih dan dagingnya yang lezat.
Di balik banyaknya duri, ikan bandeng menyimpan beragam nutrisi penting, seperti protein, omega-3, vitamin D, vitamin B12, fosfor, dan selenium. Kandungan tersebut membuat ikan bandeng memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.
Berikut ini adalah 7 manfaat ikan bandeng untuk kesehatan, yang perlu kamu ketahui:
Ikan bandeng mengandung omega-3 untuk menjaga kesehatan jantung. Nutrisi ini membantu menjaga fungsi jantung dan pembuluh darah tetap bekerja dengan baik.
Omega-3 juga membantu menjaga kadar lemak dalam darah agar tetap normal. Jika dikonsumsi secara rutin, risiko gangguan pada jantung dapat berkurang.
Baca juga: 7 Manfaat Luar Biasa Ikan Gabus untuk Kesehatan Tubuh
Ikan bandeng kaya akan omega-3 yang penting untuk menjaga fungsi otak. Nutrisi ini membantu meningkatkan daya ingat, fokus, dan kemampuan berpikir.
Omega-3 juga baik untuk mendukung perkembangan otak anak. Pada orang dewasa, nutrisi ini membantu menjaga fungsi otak tetap optimal seiring bertambahnya usia.
Protein dalam ikan bandeng membantu membangun dan memperbaiki jaringan otot. Nutrisi ini dibutuhkan tubuh agar otot tetap kuat dan sehat setiap hari.
Selain itu, protein juga membantu proses pemulihan setelah berolahraga. Tubuh menjadi lebih bugar dan siap menjalani berbagai aktivitas harian.
Ikan bandeng mengandung vitamin D dan fosfor yang baik untuk kesehatan tulang. Kedua nutrisi ini membantu menjaga tulang tetap kuat dan tidak mudah rapuh.
Asupan vitamin D yang cukup juga membantu penyerapan kalsium dalam tubuh. Tulang dan gigi pun tetap sehat hingga usia lanjut.
Baca juga: 7 Manfaat Ikan Sarden untuk Kesehatan yang Sering Diabaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline