Ilustrasi terlalu sering terkena air bisa menyebabkan kuku rapuh seperti cangkang telur. (freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang langsung panik saat rambut rontok parah atau wajah tiba-tiba dipenuhi jerawat. Namun anehnya, ketika kuku mulai berubah bentuk, terasa lebih tipis, rapuh, dan gampang patah, banyak yang justru menganggapnya masalah sepele.
Padahal, kondisi kuku juga bisa menjadi salah satu “alarm kecil” dari tubuh yang sering tidak disadari. Perubahan warna, tekstur, hingga kekuatan kuku terkadang bisa memberi petunjuk bahwa ada kebiasaan yang perlu diperbaiki atau bahkan masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.
Jika kuku terasa lebih lembek dari biasanya, mudah terkelupas, gampang patah, atau bahkan melengkung saat ditekan, bisa jadi kamu mengalami kondisi bernama hapalonychia, yang juga dikenal dengan istilah eggshell nails.
Baca juga: Kuku Kamu Kuning? Vitamin E Bisa Bantu Mengatasinya!
Sesuai namanya, kondisi ini membuat kuku menjadi tipis dan rapuh seperti cangkang telur. Ujung kuku bisa mudah pecah, mengelupas, retak, dan pada beberapa kasus bahkan terlihat sedikit kebiruan.
Kondisi ini memang tidak selalu berbahaya, tetapi tetap tidak boleh diabaikan begitu saja, apalagi jika terjadi terus-menerus.
Kebiasaan sehari-hari yang terlihat sederhana ternyata bisa menjadi penyebab utama kuku rusak.
Misalnya terlalu sering mencuci piring, mencuci pakaian dengan tangan, mandi terlalu lama, atau pekerjaan yang mengharuskan tangan terus-menerus terkena air.
Baca juga: Cara Alami Mengatasi Kuku yang Tiba-Tiba Menguning dengan Oregano Oil
Saat kuku berulang kali basah lalu mengering, kelembaban alami pada kuku bisa berkurang. Akibatnya, lapisan kuku menjadi lebih kering, tipis, dan mudah patah.
Masalah ini juga sering dialami oleh orang yang tinggal di wilayah dengan cuaca dingin atau udara yang sangat kering karena kuku lebih mudah kehilangan kelembaban alami.
Banyak orang ingin kuku terlihat cantik dengan manicure rutin, penggunaan kuteks, gel nails, atau nail art. Namun dibalik tampilannya yang menarik, beberapa produk kuku justru bisa menyebabkan kerusakan jika digunakan terlalu sering.
Penghapus kuteks berbahan aseton, deterjen berbahan dasar keras, sabun pembersih yang keras, hingga cairan pembersih rumah tangga dapat membuat kuku semakin lemah.
Baca juga: Vaksin Wajib Anak di Indonesia, Simak Daftar Lengkapnya
Jika kamu sering membersihkan rumah tanpa sarung tangan atau terlalu sering mengganti warna kuteks, kebiasaan tersebut bisa mempercepat kuku menjadi rapuh.
Jika kuku rapuh hanya terjadi sesekali akibat terlalu sering terkena air atau penggunaan produk kuku tertentu, biasanya kondisi ini bisa membaik dengan perawatan sederhana di rumah.
Kamu bisa mulai dengan menjaga kelembaban kuku, mengurangi paparan bahan kimia, menggunakan sarung tangan saat mencuci, dan memperbaiki pola makan.
Namun, jika kuku terus menipis, berubah warna, terasa nyeri, atau kerusakannya semakin parah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Baca juga: Warna Kuku Menguning? Jangan Panik! Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jangan anggap remeh perubahan kecil pada kuku. Terkadang, tubuh memberikan tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan — dan kuku bisa menjadi salah satu sinyal awalnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline