INDOZONE.ID - Pernah merasa kuku tiba-tiba gampang patah padahal tidak panjang? Atau ujung kuku mulai mengelupas, terasa lebih lembek, dan terlihat lebih tipis dari biasanya?
Banyak orang mengira kondisi ini hanya terjadi karena terlalu sering memakai kuteks atau kurang merawat kuku. Padahal, perubahan pada kuku bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami masalah tertentu.
Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah hapalonychia — yang dikenal dengan sebutan eggshell nails. Kondisi ini membuat kuku menjadi tipis, rapuh, mudah retak, dan terasa lemah seperti cangkang telur.
Baca juga: Kuku Kamu Kuning? Vitamin E Bisa Bantu Mengatasinya!
Pada beberapa orang, kuku bahkan bisa melengkung saat ditekan atau tampak sedikit kebiruan. Meski terlihat seperti masalah kecil yang tidak terlalu mengganggu, kondisi ini ternyata bisa berkaitan dengan kekurangan zat besi hingga masalah kesehatan lainnya.
Karena itu, jangan buru-buru menganggap kuku rapuh sebagai hal sepele. Bisa jadi tubuh sedang mencoba memberi tahu bahwa ada sesuatu yang perlu kamu perhatikan.
Salah satu penyebab hapalonychia yang cukup sering terjadi adalah anemia defisiensi zat besi.
Baca juga: Cara Alami Mengatasi Kuku yang Tiba-Tiba Menguning dengan Oregano Oil
Ketika tubuh kekurangan zat besi, produksi hemoglobin ikut terganggu. Padahal, hemoglobin memiliki tugas penting untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke jaringan yang membantu pertumbuhan kuku.
Saat tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi yang cukup, kuku bisa tumbuh lebih lemah, tipis, dan mudah rusak.
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kekurangan zat besi, di antaranya:
Baca juga: Vaksin Wajib Anak di Indonesia, Simak Daftar Lengkapnya
Jika kamu sedang diet ketat tanpa memperhatikan asupan nutrisi, risiko kekurangan zat besi juga bisa meningkat.
Kuku rapuh biasanya bukan satu-satunya tanda. Saat tubuh kekurangan zat besi, kamu mungkin juga mengalami gejala lain, seperti tubuh mudah lelah, wajah terlihat pucat, badan terasa lemas, sakit kepala, nyeri dada dan nafsu makan menurun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline