Penyakit seksual yang bisa Dipicu kebiasaan merokok (freepik)
INDOZONE.ID - Kalau ngomongin kebiasaan yang paling “diam-diam mematikan”, merokok hampir selalu ada di urutan teratas. Tapi anehnya, meski sudah tahu risikonya, masih banyak orang yang susah banget lepas dari rokok.
Bukan karena nggak tahu bahayanya, tapi karena efeknya memang sering dianggap “biasa saja” di awal, padahal dampaknya pelan tapi pasti.
Dan yang paling bikin kaget, tubuh kita sebenarnya menyimpan “catatan” dari setiap paparan yang masuk, termasuk dari asap rokok, lewat mekanisme yang dipelajari dalam bidang Epigenetics.
Banyak orang mengira rokok hanya soal paru-paru atau batuk berkepanjangan. Padahal, dampaknya jauh lebih dalam.
Zat beracun dalam rokok bisa memengaruhi cara kerja gen dalam tubuh mengaktifkan gen yang memicu penyakit dan menekan gen yang seharusnya melindungi kita.
Artinya, rokok bukan cuma “merusak organ”, tapi juga bisa mengganggu sistem dasar tubuh dari dalam.
Baca juga: 7 Alasan Kenapa Berhenti Merokok Jadi Lapar Mulu, Nggak Banyak yang Tahu!
Inilah kenapa rokok sering dianggap menipu: efeknya nggak langsung terasa hari ini atau besok. Tapi, seiring waktu, risiko penyakit serius meningkat drastis, termasuk salah satunya adalah Lung Cancer.
Nggak cuma itu, perokok juga lebih rentan terkena berbagai gangguan lain seperti kanker mulut, tenggorokan, hingga penyakit jantung. Dan fakta yang cukup bikin merinding adalah penelitian menunjukkan sekitar setengah perokok aktif berpotensi meninggal akibat penyakit terkait tembakau.
Ilustrasi perokok. (FREEPIK/jcomp)
Banyak yang berpikir, “Aku cuma ngerokok sedikit kok, nggak tiap hari.”
Sayangnya, tubuh nggak mengenal konsep “aman sedikit”. Paparan kecil yang terus-menerus tetap bisa menumpuk dan memberi efek jangka panjang. Apalagi kalau sudah jadi kebiasaan, jumlahnya biasanya perlahan naik tanpa disadari.
Ini yang sering dilupakan! Kalau kamu nggak merokok, bukan berarti kamu benar-benar aman. Menghirup asap rokok dari orang lain tetap bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Makanya, lingkungan bebas asap rokok itu penting banget, bukan cuma untuk perokok, tapi juga orang-orang di sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com