Penyakit seksual yang bisa Dipicu kebiasaan merokok (freepik)
INDOZONE.ID - Tahukah kamu kalau dampak kebiasaaan merokok ternyata nggak cuma menyerang paru-paru atau jantung saja lho.
Kebiasaan ini juga bisa berpengaruh pada kesehatan seksual dan reproduksi, baik pada laki-laki maupun perempuan.
Hal ini dikarenakan kandungan zat berbahaya dalam rokok dapat mengganggu berbagai sistem tubuh, termasuk aliran darah dan fungsi organ reproduksi.
Jadi sebelum terlambat, yuk pahami apa saja penyakit seksual yang bisa dipicu oleh kebiasaan merokok berikut ini.
Kebiasaan merokok bukan hanya berdampak pada paru-paru, tetapi juga bisa mempengaruhi performa seksual pria.
Dalam salah satu penelitian, laki-laki yang merokok disebut memiliki risiko 41 persen lebih besar mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang tidak merokok.
Hal ini berkaitan dengan kandungan nikotin dalam rokok yang dapat membatasi aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke area penis.
Padahal, aliran darah yang lancar sangat penting untuk membantu pria mencapai dan mempertahankan ereksi. Jika aliran darah terganggu, risiko masalah ereksi pun bisa ikut meningkat.
Merokok juga dikaitkan dengan penurunan jumlah dan kualitas sperma. Menurut studi, laki-laki perokok mengalami penurunan konsentrasi sperma sebesar 23 persen dan penurunan motilitas atau kemampuan sperma untuk bergerak sebesar 13 persen.
Baca juga: 8 Penyakit yang Muncul Akibat Kebiasaan Merokok Sejak Muda, Ngeri Banget!
Bukan hanya jumlahnya yang berkurang, bentuk sperma juga bisa ikut berubah menjadi tidak normal, misalnya berkepala dua atau memiliki ekor yang tidak sempurna.
Selain itu, paparan zat berbahaya dari rokok juga berisiko merusak DNA sperma. Kondisi ini dapat mempengaruhi proses pembuahan, perkembangan embrio, hingga meningkatkan risiko keguguran.
Pada perempuan, kebiasaan merokok dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi, terutama kualitas dan jumlah sel telur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Verywell Health, Fertility And Sterility, American Journal Of Epidemiology