Ilustrasi olahraga tenis di lapangan (freepik)
INDOZONE.ID - Di zaman sekarang, menjaga kesehatan mental sudah jadi hal yang sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
Tekanan pekerjaan, masalah finansial, hubungan yang rumit, sampai kebiasaan scrolling media sosial tanpa henti sering bikin pikiran cepat lelah tanpa disadari.
Nggak heran kalau semakin banyak orang merasa mudah stres, kehilangan semangat, bahkan mengalami gejala depresi.
Tapi di tengah semua itu, ternyata ada satu kebiasaan sederhana yang sering dianggap sepele padahal dampaknya besar banget untuk kesehatan mental: rutin bergerak atau berolahraga.
Baca juga: 25 Cerita di Balik Jas Putih, Penulis ingin Tunjukkan Dokter Juga Manusia
Menariknya, kebiasaan ini nggak harus dilakukan secara ekstrim. Bukan berarti kamu wajib nge-gym setiap hari atau ikut olahraga berat sampai kelelahan.
Aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara rutin ternyata sudah cukup membantu menjaga suasana hati tetap stabil.
Selama ini banyak orang menganggap olahraga hanya soal membakar kalori, membentuk tubuh, atau menjaga penampilan. Padahal manfaatnya jauh lebih luas dari itu.
Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang aktif bergerak cenderung memiliki kondisi mental yang lebih baik dibanding mereka yang jarang melakukan aktivitas fisik.
Baca juga: Hari Kebangkitan Nasional 2026, ILUNI FKUI Dorong Kesehatan Nasional yang Lebih Manusiawi
Bahkan, kebiasaan rutin berolahraga disebut dapat membantu menurunkan risiko depresi hingga sekitar 14 persen.
Bukan cuma itu, sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine juga menemukan bahwa aktivitas fisik memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam membantu mengurangi depresi dibanding beberapa metode pengobatan tertentu.
Dalam penelitian tersebut, olahraga disebut 1,5 kali lebih efektif dalam membantu memperbaiki kondisi suasana hati.
Fakta ini membuat banyak ahli mulai menekankan bahwa kesehatan mental tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup sehari-hari, termasuk seberapa aktif tubuh kita bergerak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com