INDOZONE.ID - Operasi potong lambung atau bariatrik kini semakin dikenal sebagai salah satu solusi bagi pasien obesitas.
Namun, banyak yang masih penasaran, perubahan seperti apa yang akan dialami tubuh setelah menjalani bariatrik?
Spesialis Bedah Dr dr Errawan Wiradisuria SpB, Subsp, BD(K),Mkes dari RS Premier Bintaro menjelaskan, bariatrik adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk membantu menurunkan berat badan dengan cara mengecilkan ukuran lambung atau mengubah sistem pencernaan.
Tindakan ini umumnya dilakukan pada pasien obesitas yang kesulitan menurunkan berat badan melalui pola makan dan olahraga saja.
Baca juga: 1,1 Juta Keluarga Indonesia Berisiko Stunting, Butuh Penanganan Terintegrasi
Namun setelah seseorang menjalani operasi potong lambung, tentu saja pasien harus mengubah gaya hidupnya.
Jika tidak, berat badan pasien tidak akan turun drastis sesuai harapannya pascaoperasi.
Dokter Errawan menegaskan bahwa setiap tenaga medis tidak akan pernah buat janji kepada pasien untuk tidak kembali obesitas setelah melakukan operasi potong lambung. Semua tergantung dengan pola hidup pasien setiap harinya.
“Kita tidak pernah janji dan hanya melakukan segala yang terbaik untuk masyarakat. Walau sudah melakukan operasi, pasien juga tidak langsung drastis turun berat badannya menjadi sangat kurus. Dan tentunya kalau sudah kurus, gak mungkin sekaligus. Jadi sedikit demi sedikit,” paparnya dalam acara Media Gathering “Bedah Bariatrik untuk Obesitas” di kawasan Blok M, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.
Baca juga: Sering Dianggap Pelepas Penat, Kebiasan Minum Alkohol Ternyata Malah Bisa Memicu Depresi!
Pascaoperasi bariatrik, normalnya berat badan pasien bisa turun sekira 5-15 kilogram. Namun semua tergantung dengan niat dan komitmen pasien sebelum menjalani operasi.
“Nah turun berat badan itu rata-rata adalah 5 sampai 15 kilogram per bulan, Tergantung daripada disiplin kita, banyak olahraga atau tidak, dan sebagainya. Nah itu pelan-pelan akan turun,” bebernya.
Kata dr Errawan lagi, meski telah melakukan operasi potong lambung, jika gaya hidupnya tetap sembarangan, kemungkinan besar 30% berat badannya bisa naik.
“Berat badan yang harusnya turun menjadi 70 kilo dari 180 kg, karena suka makan dan dia gak bisa kontrol, makannya semena-mena, akhirnya bisa naik 30%. Karena lambungnya kan bisa menampung, walaupun tidak bisa kembali ke berat badan awalnya,” turutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan