Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 02 JUNI 2026 • 17:15 WIB

Ahli Ungkap Terobosan Baru Pengobatan Kanker Ovarium untuk Kurangi Tingginya Angka Kematian

Ahli Ungkap Terobosan Baru Pengobatan Kanker Ovarium untuk Kurangi Tingginya Angka KematianIlustrasi penanganan medis kanker ovarium. (freepik) 

INDOZONE.ID - Kanker ovarium merupakan salah satu jenis kanker yang paling mematikan pada perempuan. Tak heran jika penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi di seluruh dunia.

Berdasarkan banyak data, lebih dari 70% pasien terdiagnosis pada stadium lanjut. Kondisi ini terjadi karena gejala awal yang sering tidak khas, seperti nyeri atau pembengkakan perut, sehingga prognosisnya cenderung buruk. 

Untuk mengurangi angka kematian, para ahli di dunia terus berupaya para ahli di negara maju terus mengembangkan pengobatan kanker ovarium. Terutama untuk kasus resisten platinum, dengan kombinasi terapi target dan imunoterapi.

Para ahli mulai mendorong pendekatan pengobatan yang juga berfokus pada kualitas hidup pasien. Tujuannya agar pengobatan tetap optimal tanpa menambah beban fisik, mental, maupun ekonomi yang berlebihan.

Baca juga: Tren Menujukkan Banyak Pasangan Tunda Program Hamil Karena Alasan Ekonomi

Spesialis Obgyn Onkologi di Rumah Sakit Siloam Hospital Makassar, Prof. Dr. dr. Syahrul Rauf, Sp.OG, Subsp. Onk (K) mengatakan, sebagian besar kondisi pasien kanker ovarium kurang baik, dari segi kesehatan maupun ekonomi. 

Penyakitnya juga sering kambuh, sementara kemoterapi berulang memberi beban pada kondisi fisik dan mental pasien.

“Sekarang ini berkembang paradigma baru yang disebut de-eskalasi pengobatan. Pendekatan yang sekarang diterapi sebanyak mungkin. Tapi harus dipikirkan apakah harus demikian karena berhubungan dengan efek samping obat-obatan,” paparnya dalam acara Siloam Oncology Summit 2026 yang digelar di Shangri-la Hotel, baru-baru ini. 

Baca juga: Jangan Asal Makan Sushi, Daging Ikan Mentahnya Punya Risiko bagi Kesehatan!

Menurut Prof. Syahrul, de-eskalasi bukan berarti under-treatment, tetapi memberi terapi dengan memperhatikan durasi pemberiannya. Dengan demikian, semakin cepat terapi yang tepat diberikan, semakin baik pula hasil yang diharapkan.

“Makin cepat, tentu memberi hasil yang lebih bagus. Dalam hal ini mengurangi efek samping,” katanya.

Ia menegaskan bahwa de-eskalasi pengobatan bisa dilakukan dengan memilih kandidat pasien yang tepat setelah melakukan evaluasi mendalam, selain juga pemeriksaan molekuler.

Dalam kesempatan sama, Spesialis Onkologi Ginekologi Dr. dr. Fara Vitantri, SpOG, Subsp.Onk memaparkan, sekitar 90% kasus kanker ovarium merupakan karsinoma ovarium epitelial (epithelial ovarian cancer/EOC). 

Baca juga: Awas, Kebiasaan Makan Sushi Bisa Picu Hipertensi dan Kanker Lambung! Ini Penjelasannya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ahli Ungkap Terobosan Baru Pengobatan Kanker Ovarium untuk Kurangi Tingginya Angka Kematian

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!