Ilustrasi membuat sushi dari daging ikan mentah. (freepik)
INDOZONE.ID - Sushi sudah lama menjadi salah satu makanan Jepang yang digemari masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Perpaduan nasi, rumput laut, sayuran, dan ikan membuat makanan ini sering dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat dibandingkan makanan cepat saji lainnya.
Tak sedikit orang yang memilih sushi karena kandungan proteinnya yang tinggi, rendah lemak jenuh, dan kaya nutrisi.
Apalagi beberapa jenis ikan yang digunakan, seperti salmon dan tuna, dikenal mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan otak.
Baca juga: Wasabi, Pasta Hijau Kecil pada Sushi yang Punya Manfaat Luar Biasa
Namun, di balik citranya sebagai makanan sehat, sushi juga memiliki sisi lain yang perlu diketahui. Terutama jika sushi tersebut menggunakan ikan mentah sebagai bahan utamanya.
Lantas, apakah sushi benar-benar sehat atau justru berisiko bagi kesehatan?
Secara umum, sushi dapat menjadi pilihan makanan yang bergizi jika dibuat dari bahan berkualitas dan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Ikan yang sering digunakan dalam sushi mengandung protein berkualitas tinggi yang membantu pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh.
Baca juga: Dianggap Diet-Friendly, Sushi Ternyata Bisa Mengandung Lebih Banyak Kalori dari Makanan Biasa
Selain itu, kandungan omega-3 pada ikan tertentu juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung, membantu mengurangi peradangan, hingga mendukung fungsi otak.
Beberapa jenis sushi juga dilengkapi sayuran seperti mentimun, alpukat, wortel, atau edamame yang menambah asupan vitamin, mineral, dan serat.
Meski begitu, manfaat tersebut tidak serta-merta membuat semua sushi aman dikonsumsi. Risiko kesehatan tetap bisa muncul, terutama dari penggunaan ikan mentah yang tidak diproses dengan benar.
Salah satu perhatian terbesar dalam konsumsi sushi adalah kemungkinan adanya kontaminasi bakteri berbahaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline