Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 02 JUNI 2026 • 15:20 WIB

Awas, Kebiasaan Makan Sushi Bisa Picu Hipertensi dan Kanker Lambung! Ini Penjelasannya!

Awas, Kebiasaan Makan Sushi Bisa Picu Hipertensi dan Kanker Lambung! Ini Penjelasannya!Ilustrasi makan sushi bisa memicu hipertensi dan kanker lambung. (freepik)

INDOZONE.ID - Sushi memang lezat dan bernutrisi — tapi tahukah kamu bahwa dalam satu porsi sushi, ada garam yang bersembunyi di hampir setiap lapisannya? Dari nasi, ikan, sampai saus celupnya.

Buat kamu yang rutin makan sushi, ada satu hal yang mungkin belum pernah kamu sadari: sepiring sushi bisa mengandung garam jauh lebih banyak dari yang kamu perkirakan. 

Bukan hanya dari kecap asin yang kamu celup, tapi dari hampir setiap komponen yang ada di piringmu.

Dan ini bukan soal rasa asin yang terasa di lidah saja — ini soal risiko kesehatan jangka panjang yang perlu kamu pahami sebelum terlanjur ketagihan.

Baca juga: Wasabi, Pasta Hijau Kecil pada Sushi yang Punya Manfaat Luar Biasa

Garam Bersembunyi di Mana Saja dalam Sushi

Inilah yang bikin sushi berbeda dari makanan "tersangka" tinggi garam seperti keripik atau mie instan — garamnya nggak kentara. 

Ia tersebar di berbagai lapisan, mulai dari yang paling jelas sampai yang paling nggak disangka-sangka.

Bagaimana bisa?

  • Nasi sushi: dimasak dengan tambahan garam sebagai bagian dari bumbu dasar
  • Ikan asap: proses pengasapan menggunakan garam dalam jumlah yang tidak sedikit

Baca juga: Dianggap Diet-Friendly, Sushi Ternyata Bisa Mengandung Lebih Banyak Kalori dari Makanan Biasa

  • Sayuran acar: proses pengawetan dengan garam menambah kadar sodium secara signifikan
  • Kecap asin: sumber sodium terbesar — satu sendok makan bisa mencapai 40% batas harian

Fakta yang perlu diperhatikan adalah mengkonsumsi garam berlebihan secara konsisten dikaitkan dengan risiko kanker lambung. 

Selain itu, bagi mereka yang sensitif terhadap natrium, asupan garam tinggi dapat memicu tekanan darah tinggi yang berujung pada masalah jantung dan pembuluh darah.

Baca juga: Gari, Jahe “Pink” pada Sushi yang Kaya Manfaat Kesehatan

Mana yang Paling Perlu Dihindari?

Kalau kamu ingin tetap menikmati sushi tapi lebih bijak soal asupan garam, ada beberapa komponen yang sebaiknya dikurangi atau dihindari sama sekali:

  • Kecap asin: celup sedikit saja, atau pilih versi rendah sodium yang kini banyak tersedia.
  • Sushi berbahan ikan asap seperti salmon asap atau makarel: proses pengasapan menambah kadar garam berlipat
  • Miso soup: meski membantu mencegah makan berlebihan, kandungan garamnya cukup tinggi untuk yang sedang membatasi sodium

Baca juga: Bukan Cuma Buat Estetika, Ini Manfaat Nori pada Sushi bagi Kesehatan

  • Sashimi polos tanpa saus tambahan: pilihan terbaik untuk meminimalkan asupan garam sambil tetap dapat protein
  • Nigiri sederhana dengan ikan segar (bukan asap): lebih aman dari sisi sodium dibanding varian modern

Jangan Salah Paham Dulu!

Ini bukan berarti sushi harus dihindari total. Bagi orang sehat yang tidak sensitif terhadap garam dan tidak mengkonsumsinya setiap hari, sushi tetap pilihan makanan yang bergizi. 

Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi dan cara konsumsinya, bukan larangan mutlak.

Baca juga: Diare Enggak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Ada Tinja yang Menumpuk di Usus Besar

Sushi bukan musuh kesehatan — tapi seperti semua makanan lezat, kuncinya ada di kesadaran dan porsi. 

Sekarang kamu sudah tahu dimana saja letak kandungan garamnya, jadi makan sushi berikutnya bisa lebih cerdas memilih tetapi tetap bisa menikmatinya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Awas, Kebiasaan Makan Sushi Bisa Picu Hipertensi dan Kanker Lambung! Ini Penjelasannya!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!