Ilustrasi kanker ovarium. (FREEPIK)
INDOZONE.ID - Kanker ovarium menjadi salah satu penyakit serius yang menyerang sistem reproduksi wanita. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel pada ovarium mengalami perubahan genetik sehingga tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor. Hingga saat ini, para ahli masih belum dapat memastikan penyebab utama munculnya kanker ovarium.
Di Indonesia, kanker ovarium termasuk salah satu jenis kanker yang cukup banyak menyebabkan kematian pada perempuan. Bahkan, penyakit ini menempati posisi tiga besar setelah kanker rahim dan kanker korpus uteri. Kondisi tersebut membuat penting bagi wanita untuk memahami faktor risiko serta cara mengenali gejalanya sejak dini.
Meski penyebab pastinya belum diketahui, sejumlah kondisi diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker ovarium. Berikut beberapa faktor yang perlu diwaspadai:
Baca juga: OvarianVax: Vaksin Pertama dari Inggris untuk Mencegah Kanker Ovarium
Salah satu tantangan dalam mendeteksi kanker ovarium adalah gejalanya yang sering terlihat ringan dan mirip dengan gangguan kesehatan lain. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
Karena gejalanya tidak terlalu spesifik, banyak penderita baru mengetahui penyakit ini saat sudah berada pada stadium lanjut.
Pengobatan yang tersedia untuk kanker ovarium.
Deteksi dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Beberapa metode pemeriksaan yang dapat membantu mendeteksi kanker ovarium antara lain:
Bagi wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau kanker payudara, tes genetik juga dapat dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya mutasi gen tertentu.
Baca juga: Harus Waspada! 6 Kelompok Ini Rentan Mengalami Kanker Ovarium, Kamu Termasuk?
Walau tidak ada metode yang benar-benar dapat mencegah kanker ovarium, beberapa kebiasaan sehat dapat membantu menurunkan risikonya, seperti:
Selain itu, kehamilan, menyusui, serta penggunaan kontrasepsi oral pada beberapa wanita juga diketahui dapat membantu menurunkan risiko kanker ovarium.
Semakin cepat kanker ovarium ditemukan, semakin besar peluang untuk mendapatkan pengobatan yang efektif. Karena itu, wanita disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama setelah memasuki masa menopause.
Jika muncul gejala yang tidak biasa atau memiliki faktor risiko tertentu, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan. Kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini bisa menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah dampak yang lebih serius di kemudian hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ciputrahospital.com