Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 16 MARET 2026 • 11:15 WIB

Sering Dianggap Sepele, Ini 8 Faktor yang Bisa Memicu Kanker Ovarium pada Wanita

Sering Dianggap Sepele, Ini 8 Faktor yang Bisa Memicu Kanker Ovarium pada WanitaIlustrasi kanker ovarium. (FREEPIK)

INDOZONE.ID - Kanker ovarium menjadi salah satu penyakit serius yang menyerang sistem reproduksi wanita. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel pada ovarium mengalami perubahan genetik sehingga tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor. Hingga saat ini, para ahli masih belum dapat memastikan penyebab utama munculnya kanker ovarium.

Di Indonesia, kanker ovarium termasuk salah satu jenis kanker yang cukup banyak menyebabkan kematian pada perempuan. Bahkan, penyakit ini menempati posisi tiga besar setelah kanker rahim dan kanker korpus uteri. Kondisi tersebut membuat penting bagi wanita untuk memahami faktor risiko serta cara mengenali gejalanya sejak dini.

Faktor yang Dapat Memicu Kanker Ovarium

Meski penyebab pastinya belum diketahui, sejumlah kondisi diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker ovarium. Berikut beberapa faktor yang perlu diwaspadai:

  1. Riwayat keluarga dengan kanker
    Perempuan yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker ovarium atau kanker payudara memiliki risiko lebih tinggi. Hal ini sering berkaitan dengan mutasi gen tertentu seperti BRCA1 dan BRCA2 yang diwariskan dalam keluarga.
  2. Usia di atas 50 tahun
    Risiko kanker ovarium cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah wanita memasuki masa menopause.
  3. Kebiasaan merokok
    Zat berbahaya dalam rokok dapat merusak sel tubuh dan memicu berbagai jenis kanker, termasuk kanker ovarium.
  4. Berat badan berlebih
    Obesitas dapat memicu ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, khususnya peningkatan kadar estrogen yang berpotensi memicu pertumbuhan sel abnormal.
  5. Terapi hormon setelah menopause
    Penggunaan terapi hormon, terutama estrogen tanpa kombinasi progesteron dalam jangka panjang, dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kanker ovarium.
  6. Riwayat penyakit tertentu
    Beberapa kondisi medis seperti endometriosis atau sindrom Lynch diketahui memiliki hubungan dengan meningkatnya risiko kanker ovarium.
  7. Menstruasi di usia sangat muda
    Perempuan yang mengalami menstruasi sebelum usia 12 tahun cenderung memiliki lebih banyak siklus ovulasi sepanjang hidupnya, yang diduga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker ini.
  8. Belum pernah hamil
    Wanita yang belum pernah mengalami kehamilan memiliki jumlah ovulasi lebih banyak selama hidupnya sehingga risikonya sedikit lebih tinggi dibandingkan mereka yang pernah hamil dan menyusui.

Baca juga: OvarianVax: Vaksin Pertama dari Inggris untuk Mencegah Kanker Ovarium

Gejala Awal Sering Tidak Disadari

Salah satu tantangan dalam mendeteksi kanker ovarium adalah gejalanya yang sering terlihat ringan dan mirip dengan gangguan kesehatan lain. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • Perut terasa kembung atau tampak membesar
  • Nyeri di area panggul atau perut
  • Cepat merasa kenyang saat makan
  • Lebih sering buang air kecil
  • Gangguan pencernaan seperti sembelit
  • Tubuh terasa lelah terus-menerus
  • Perubahan siklus menstruasi

Karena gejalanya tidak terlalu spesifik, banyak penderita baru mengetahui penyakit ini saat sudah berada pada stadium lanjut.

Pentingnya Pemeriksaan Sejak Dini

Sering Dianggap Sepele, Ini 8 Faktor yang Bisa Memicu Kanker Ovarium pada WanitaPengobatan yang tersedia untuk kanker ovarium.

Deteksi dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Beberapa metode pemeriksaan yang dapat membantu mendeteksi kanker ovarium antara lain:

  • Pemeriksaan panggul secara rutin
  • Tes darah CA-125 untuk mendeteksi penanda kanker
  • USG perut atau USG transvaginal
  • CT scan atau MRI
  • Biopsi jaringan ovarium jika diperlukan

Bagi wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau kanker payudara, tes genetik juga dapat dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya mutasi gen tertentu.

Baca juga: Harus Waspada! 6 Kelompok Ini Rentan Mengalami Kanker Ovarium, Kamu Termasuk?

Cara Mengurangi Risiko

Walau tidak ada metode yang benar-benar dapat mencegah kanker ovarium, beberapa kebiasaan sehat dapat membantu menurunkan risikonya, seperti:

  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Rutin berolahraga
  • Menghindari kebiasaan merokok
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin
  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani terapi hormon

Selain itu, kehamilan, menyusui, serta penggunaan kontrasepsi oral pada beberapa wanita juga diketahui dapat membantu menurunkan risiko kanker ovarium.

Deteksi Dini Sangat Penting

Semakin cepat kanker ovarium ditemukan, semakin besar peluang untuk mendapatkan pengobatan yang efektif. Karena itu, wanita disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama setelah memasuki masa menopause.

Jika muncul gejala yang tidak biasa atau memiliki faktor risiko tertentu, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan. Kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini bisa menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah dampak yang lebih serius di kemudian hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ciputrahospital.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sering Dianggap Sepele, Ini 8 Faktor yang Bisa Memicu Kanker Ovarium pada Wanita

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!