Ilustrasi nyeri punggung (freepik)
INDOZONE.ID - Nyeri punggung dan leher kronis, menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami banyak orang saat ini.
Lantaran tergolong umum, sebagian orang memilih menahan atau mengatasinya dengan cara sederhana. Misal, dengan menggunakan kompres hangat, balsem, atau obat pereda nyeri.
Namun, para ahli kesehatan mengingatkan, nyeri yang berlangsung lama tidak boleh diabaikan. Dalam beberapa kasus, nyeri kronis dapat menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu, yang memerlukan penanganan lebih lanjut, salah satunya adalah Facet Joint Syndrome.
Seorang Dokter Ahli Bedah Tulang Belakang, Neeraj Gupta, menjelaskan, kondisi ini sering kali menjadi penyebab nyeri punggung dan leher kronis. Namun, kondisi tersebut kerap tidak terdiagnosis dengan tepat.
Baca juga: Nyeri Punggung Saat Menstruasi? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Meredakannya
Konsultan Senior Bedah Tulang Belakang di ISIC Multispecialty Hospital, New Delhi ini, mengatakan, facet joint merupakan sendi kecil yang berada di antara ruas-ruas tulang belakang (vertebra).
Sendi ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan keselarasan tulang belakang, sekaligus memungkinkan tubuh melakukan berbagai gerakan dengan lebih fleksibel.
“Facet joint adalah sendi kecil yang membantu menjaga posisi tulang belakang tetap sejajar serta memungkinkan pergerakan yang lebih halus,” ucap Gupta, dikutip dari Hindustan Times.
Ilustrasi nyeri punggung (Pexels/Karolina Grabowska)
Namun, sendi ini dapat mengalami degenerasi atau kerusakan akibat berbagai faktor, seperti penuaan, peradangan, cedera, maupun tekanan berulang pada tulang belakang.
Jika kondisi tersebut terjadi, seseorang dapat mengalami Facet Joint Syndrome, yaitu gangguan pada sendi facet yang memicu nyeri kronis di punggung atau leher.
Gupta menjelaskan, Facet Joint Syndrome sebenarnya merupakan salah satu penyebab umum nyeri punggung dan leher kronis. Namun, kondisi ini sering kali tidak disadari.
Banyak orang menganggap, nyeri yang mereka rasakan hanya disebabkan oleh ketegangan otot atau postur tubuh yang buruk.
Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi tersebut dapat memperburuk mobilitas dan membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times