7 Ikan yang Boleh Dikonsumsi Penderita Gagal Ginjal (Shopee)
INDOZONE.ID - Menjaga pola makan menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi penderita gagal ginjal. Pemilihan makanan yang tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mengurangi beban kerja ginjal.
Meski perlu membatasi asupan protein, penderita gagal ginjal tetap membutuhkannya untuk menjaga kesehatan tubuh. Ikan bisa menjadi pilihan karena mengandung protein berkualitas yang dapat dikonsumsi sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.
Lalu, apa saja ikan yang boleh dikonsumsi penderita gagal ginjal? Berikut tujuh jenis ikan yang bisa menjadi pilihan:
ilustrasi Ikan Nila (Freepik/ lifeforstock)
Ikan nila mengandung protein berkualitas yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi penderita gagal ginjal. Kandungan lemaknya juga relatif rendah sehingga cocok dikonsumsi.
Agar lebih sehat, ikan nila sebaiknya dikukus, direbus, atau dipanggang. Hindari penggunaan garam dan penyedap berlebihan saat mengolahnya.
Baca juga: 7 Manfaat Terapi Ikan untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui
Ikan kakap, baik kakap putih maupun kakap merah, mengandung protein yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi penderita gagal ginjal.
Agar lebih sehat, ikan kakap sebaiknya dimasak dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang. Batasi penggunaan garam dan penyedap agar lebih aman untuk ginjal.
Ikan bandeng mengandung protein yang dibutuhkan tubuh untuk membantu menjaga massa otot. Rasanya yang gurih membuat ikan ini cocok dijadikan lauk keluarga.
Supaya lebih aman, olah ikan bandeng tanpa banyak garam. Memasaknya dengan cara dikukus atau dibuat sup bisa menjadi pilihan yang lebih sehat.
ilustrasi Ikan Gabus (www.panggunghargo)
Ikan gabus dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga sering menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Dagingnya juga lembut dan mudah diolah.
Supaya lebih sehat, ikan gabus sebaiknya dimasak dengan cara dibuat sup. Hindari penggunaan garam dan penyedap secara berlebihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline