INDOZONE.ID - Stroke bukan cuma penyakit orang tua aja loh sekarang ini. Kebiasaan kamu di malam hari bisa jadi silent killer tanpa kamu sadari.
Kalau kamu pikir stroke cuma soal genetik atau usia, saatnya ubah mindset. Faktanya, mayoritas kasus stroke bisa dicegah.
Gimana caranya? Bukan dengan suplemen mahal atau alat olahraga canggih, tapi cukup stop kebiasaan kecil yang berdampak buruk setelah jam 5 sore.
Yup, kebiasaan malam kamu punya pengaruh besar terhadap kesehatan otak dan jantung. Ini bukan cuma kata dokter, tapi hasil riset besar yang sudah terbukti.
Peneliti Dr. Simran Malhotra, M.D., DipABLM, CHWC mengatakan, kebiasaan buruk yang dilakukan setiap hari secara konsisten bisa berdampak besar dalam menurunkan risiko berbagai penyakit kronis. Termasuk penyakit jantung dan stroke yang bisa mengintai anak muda.
“Faktor risiko stroke yang bisa dimodifikasi adalah hal-hal yang berada dalam kendali kita, seperti makan makanan utuh yang kaya serat, rutin bergerak, tidur berkualitas, dan menghindari zat berisiko seperti rokok dan alkohol,” ungkapnya dilansir Eatingwell, Selasa (1/7/2025).
Penelitian menunjukkan bahwa hingga 84% kasus stroke terkait dengan faktor gaya hidup yang dapat diubah. Berikut ini 4 kebiasaan buruk yang kelihatannya biasa aja, tapi ternyata bisa jadi silent killer stroke. Yuk simak!
Baca juga: Ramen, Makanan Tinggi Garam yang Dapat Menyebabkan Stroke
1. Malas-malasan di Sofa
Mager, malas-malasan di sofa atau rebahan di kasur, sambil scroll medsos atau nonton memang asyik dan bikin nyaman. Apalagi kalau abis makan, beuh tambah enak! Tapi tahu gak, kamu yang suka malas-malasan di sofa, apalagi setelah makan malam, bisa bikin aliran darah kamu melambat dan memperbesar risiko stroke di umur 20-an!
Satu studi bahkan bilang, anak muda yang duduk lebih dari 8 jam sehari dan jarang bergerak punya kemungkinan stroke 3,5x lebih tinggi.
“Jalan kaki selama 20 menit setelah makan malam bisa membantu pencernaan dan mengontrol kadar gula darah. Ini bisa mengurangi risiko pradiabetes, diabetes, hipertensi, dan akhirnya stroke,” kata Malhotra.
2. Minum Alkohol
Satu gelas alkohol sebelum tidur katanya bikin rileks? Gak selalu. Fakta barunya alkohol justru bisa memicu peradangan dan merusak sel-sel tubuh, termasuk pembuluh darah otak.
Riset skala global menunjukkan bahwa konsumsi alkohol, bahkan yang "moderate", bisa ningkatin risiko stroke. Dan minum berat cuma sebulan sekali? Tetap bahaya.
3. Begadang
Masih suka begadang karena insomnia? Sebaiknya perbaiki jam tidurmu deh. Catat nih, tidur kurang dari 5 jam atau justru lebih dari 8 jam tiap malam mudah banget memicu risiko stroke secara signifikan.
Dikatakan Malhotra, tidur adalah pilar utama umur panjang, tapi seringkali diremehkan. Terutama anak muda karena melakukan aktivitas dinilai lebih menyenangkan.
“Penelitian menemukan bahwa kurang tidur maupun tidur terlalu lama sama-sama bisa meningkatkan risiko stroke,” ungkap dia.
Baca juga: Rasanya Enak sampai Bikin Ketagihan? Ini 5 Tips Kurangi Kebiasaan Makan Junk Food demi Kesehatan
4. Makan Malam Larut
Masih suka makan malam di atas jam 9? Sebaiknya stop deh kebiasaan ini!
Riset menunjukkan makan malam setelah jam 9 malam bisa mengacaukan ritme alami tubuh (circadian rhythm) dan bikin tekanan darah serta metabolisme nggak stabil. Itu semua bisa berujung ke risiko stroke dan penyakit jantung.
“Makan terlalu malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh dan memengaruhi tekanan darah serta metabolisme secara negatif,” ungkap seorang Ahli Gizi Spesialis Kesehatan Jantung, Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: EatingWell