Selasa, 15 JULI 2025 • 13:22 WIB

Tantangan dan Upaya Kemenkes Guna Mempercepat Peningkatan Akses Sanitasi dan PHBS

Author

Kementerian Kesehatan, Ira Octaviana Madjid SKM., MKM. (INDOZONE/Nadya Mayangsari) (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Ira Octaviana Madjid menyampaikan apresiasinya dalam mendukung percepatan target pemerintah guna meningkatkan kualitas sanitasi di sekolah.

Dengan melibatkan perguruan tinggi, Kementerian Kesehatan ingin melakukan pengukuran yang akurat tentang keberhasilan intervensi yang dilakukan. 

"Harapan dari Kementerian Kesehatan, kolaborasi ini tidak hanya dengan para pelaku usaha, tapi juga tentu banyak pihak. Bahkan dari mulai akademisi, karena kita juga pengin mengukur, pengukuran sebenarnya seberapa berhasil intervensi yang dilakukan tentu peran dari perguruan tinggi untuk bisa mengukur, karena kapasitas yang dimiliki perguruan tinggi ini kan salah satunya terkait dengan penelitian atau studi-studi," ujar Ira Octaviana saat diwawancara Indozone di kawasan Jakarta Selatan, pada Selasa.

Baca juga: Kemenperin Usulkan Anggaran Rp3,984 Triliun Guna Mendukung Program Prioritas Industri Nasional

"Jadi, selain para pelaku usaha tentu kita harapkan ada dukungan juga dari mitra berupa namanya dari perguruan tinggi," tambahnya.

Dengan demikian, Ira berharap dapat memperoleh dukungan tidak hanya dari para pelaku usaha, tetapi juga dari mitra-mitra akademis yang dapat membantu dalam mengukur dan mengevaluasi keberhasilan program-program kesehatan.

Tantangan Kemenkes dalam Upaya Mempercepat Peningkatan Akses Sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kementerian Kesehatan mengakui bahwa mengubah perilaku masyarakat bukanlah tugas yang mudah dan membutuhkan waktu lama.

Tantangan lainnya adalah mendapatkan dukungan anggaran yang memadai, karena edukasi kesehatan seringkali dianggap sebagai upaya yang tidak langsung memberikan hasil yang signifikan.

"Kalau dibilang tantangan, tentu perubahan perilaku itu kan tidak sebentar, kadang kala kita juga dihadapkan dengan dukungan dari sisi misalnya anggaran, karena dianggap ketika kita melakukan edukasi itu seperti membuang garam dilautan, jadi tidak langsung terbentuk," jelas Ira.

Namun, Kemenkes tetap berkomitmen untuk terus melakukan upaya edukasi dan promosi kesehatan, meskipun perubahan perilaku tidak dapat dilihat dalam waktu singkat.

Lebih lanjut Ira menambahkan, "Nah, perubahan perilaku ini butuh waktu yang lama, tentu ini menjadi tantangan kita, sehingga harapannya, walaupun belum terlihat dalam satu atau dua tahun, upaya ini harus terus dilakukan supaya nanti kelihatan nyata di atas lima tahun. Karena kita bicara tentang pembudayaan hidup sehat, dan itu tidak bisa sebentar."

"Jadi tantangan terbesar lebih kepada bagaimana meyakinkan bahwa perubahan ini bisa berhasil dengan adanya kolaborasi dari semua pihak," tambahnya lagi.

Upaya yang Dilakukan Jika Program PHBS Terlaksana dengan Baik

Kementerian Kesehatan tidak hanya berfokus pada mencapai hasil yang sukses, tetapi juga berencana untuk mengembangkan dan membagikan praktik-praktik yang telah terbukti efektif kepada pihak lain.

"Tentu kalau berhasil, kemenkes tidak hanya berhenti sampai menerima hasil, tapi juga kita akan menjual. Jadi kemenkes ini punya tugas tidak hanya menggandeng, tapi juga untuk bisa memastikan mitra-mitra lain juga bisa melakukan hal serupa tadi praktik yang sudah dilakukan oleh mitra lain ini juga sangat mungkin bisa kita jual," ujar Ira.

Baca juga: Kementan Sinergi dengan Napindo Dorong Kemajuan Industri Peternakan Lewat Indo Livestock 2025

Dengan membagikan pengalaman dan hasil yang telah dicapai oleh mitra-mitra yang telah sukses, Kemenkes berharap dapat membantu pihak lain untuk mengadopsi dan menerapkan praktik-praktik yang sama, sehingga tidak perlu lagi menciptakan model-model baru yang serupa.

"Karena keberhasilannya sudah bisa terukur ya, jadi gak perlu bikin model-model baru, cukup bisa menerapkan apa yang sudah dikembangkan oleh mitra," pungkasnya.

Dengan cara ini, Kementerian Kesehatan dapat memastikan bahwa keberhasilan yang telah dicapai dapat dimanfaatkan secara luas dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU