Minggu, 27 JULI 2025 • 15:20 WIB

Benarkah Makanan Pedas Sebabkan Tukak Lambung? Ini Fakta Medisnya

Author

Ilustrasi orang mengalami tukak lambung (INDIATODAY)

INDOZONE.ID – Tukak lambung atau yang dikenal sebagai peptic ulcer kerap kali disalahpahami sebagai kondisi yang disebabkan stres berat atau konsumsi makanan pedas. Namun, benarkah anggapan tersebut?

Dikutip dari Hindustan Times, dalam wawancara bersama Konsultan Senior Gastroenterologi dan Hepatologi di Fortis Hospital, Okhla, Dr. Surakshith T.K, menegaskan, pemahaman yang keliru mengenai penyebab tukak lambung bisa berakibat pada penanganan yang tidak tepat. 

Mengetahui penyebab yang sebenarnya, dapat membantu menghindari mitos berbahaya yang justru memperlambat pengobatan efektif,” ujar Surakshith.

Meskipun mengelola stres dan menghindari iritasi seperti alkohol dan rokok tetap penting, untuk kesehatan sistem pencernaan, tukak lambung pada dasarnya merupakan kondisi medis yang membutuhkan diagnosis dan pengobatan secara tepat.

Berikut, lima mitos umum tentang tukak lambung yang dibantah Dr. Surakshith:

Baca juga: 3 Cara Alami dan Cepat Mengatasi Asam Lambung atau GERD

Mitos 1: Tukak lambung disebabkan stres

Fakta: Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah, menganggap stres sebagai penyebab utama tukak lambung. Padahal, stres emosional maupun fisik hanya dapat memperburuk kondisi, bukan menjadi akar masalah.

Penelitian menunjukkan, sebagian besar tukak lambung disebabkan infeksi bakteri Helicobacter pylori, atau penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti aspirin dan ibuprofen. 

Ilustrasi sakit lambung (Pixabay/Anastasia Gepp)

Mitos 2: Makanan pedas jadi biang keladi

Fakta: Makanan pedas memang dapat mengiritasi lambung yang sudah terluka, tetapi bukan penyebab utama munculnya tukak. 

Bahkan, senyawa capsaicin dalam cabai sempat diteliti karena potensi manfaatnya terhadap lapisan lambung. Jadi, makanan pedas bukan dalang sesungguhnya di balik tukak lambung.

Mitos 3: Tukak lambung adalah penyakit seumur hidup

Fakta: Banyak orang mengira, tukak lambung bersifat permanen. Kenyataannya, sebagian besar kasus, terutama yang disebabkan infeksi H. pylori atau konsumsi OAINS, dapat diobati hingga tuntas. 

Dengan penanganan medis yang tepat dan waktu pemulihan yang cukup, pasien bisa pulih sepenuhnya.

Mitos 4: Hanya orang dewasa yang bisa terkena tukak

Fakta: Anggapan hanya orang dewasa dengan gaya hidup penuh tekanan, yang berisiko mengalami tukak lambung ternyata keliru. Infeksi H. pylori umumnya terjadi sejak masa kanak-kanak, dan anak-anak juga bisa mengembangkan tukak. 

Meski gejala pada orang dewasa lebih sering terdokumentasi, tukak dapat muncul di segala usia. Sehingga, tidak boleh abaikan pada anak-anak yang sering mengeluhkan nyeri perut.

Baca juga: Kenapa Asam Lambung Cepat Naik Saat Kondisi Cemas dan Panik?

Mitos 5: Tukak lambung selalu menimbulkan gejala jelas

Fakta: Banyak orang percaya, tukak lambung selalu ditandai dengan rasa sakit yang tajam di perut. Namun faktanya, beberapa tukak justru bersifat ‘diam’ atau asimtomatik, terutama di tahap awal.

Gejala seperti kembung, mual, atau rasa tidak nyaman sering kali disangka hanya gangguan pencernaan ringan. Beberapa kasus baru terdiagnosis setelah terjadi komplikasi serius, seperti pendarahan.

Oleh karena itu, mitos-mitos terhadap kondisi tukak lambung tidak hanya menyesatkan, tapi juga dapat menghambat proses penyembuhan. 

Jika kamu mengalami gejala pencernaan berkepanjangan atau mencurigakan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU