INDOZONE.ID - Ketika berpuasa seseorang menjadi ragu untuk minum kopi. Karena jika diminum dalam kondisi perut kosong, kopi bisa berefek ke lambung.
Minum kopi ketika puasa bisa disiasati agar tak bermasalah bagi kesehatan. Pada orang dewasa, jika kopi dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai, yaitu tidak lebih dari 2-3 cangkir per hari sangat aman.
Kalau kopi dikonsumsi secara berlebihan tentu akan timbul efek samping yang berkaitan dengan gangguan kesehatan. Terutama di saat bulan Ramadhan ini, yang membuat kamu harus mengatur waktu dan porsi cangkirnya.
Dilansir dari Verywellfit, berikut efek samping minum kopi berlebihan yang sering kali terjadi. Yuk simak!
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Minum Teh dan Kopi saat Puasa? Ini Saran Dokter Gizi
Ilustrasi gangguan pencernaan. (freepik.com)
Apakah kamu menjadi lebih sering buang air besar setelah mengonsumsi kopi? Jika iya, ini disebabkan oleh efek pencahar pada kopi.
Efek samping kopi ini dapat membuatusus menjadi lebih aktif, sehingga pergerakan usus menjadi lebih cepat.
Ilustrasi sakit perut karena penyakit asam lambung.
Kopi bersifat asam karena dalam kopi terkandung asam kafeatyang dapat meningkatkan asam lambung dan akan lebihbermasalah jika kopi diminum dalam keadaan perut kosong.
Kadar asam tinggi dapat mengiritasi lambung dan gejala perut terasa perih, sensasi panas di dada dan bahkan refluks asam (GERD).
Ilustrasi buang air kecil dua jam sekali. (freepik.com)
Peningkatan frekuensi buang air kecil adalah efek sampingkopi yang umum terjadi. Kopi bersifat diuretik sehingga dapatmerangsang pembuangan urine dan membuat kamu lebih sering buang air kecil.
Baca Juga: Tips Aman Minum Kopi saat Puasa Ramadhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Very Well Fit