Minggu, 31 AGUSTUS 2025 • 15:15 WIB

Awas! Vaksinasi, Tato, dan Praktik Medis Tidak Aman Jadi Pemicu Hepatitis B dan C

Author

Ilustrasi Hepatitis (Foto/jcomp via Freepik)

INDOZONE.ID – Hepatitis masih menjadi ancaman kesehatan global, meski sering dianggap sebagai penyakit masa lalu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, hepatitis sebagai peradangan hati akibat virus maupun faktor non-infeksi.

Hal itu dapat menyebabkan kerusakan hati parah hingga kanker, bahkan berujung fatal. Adapun lima jenis utama virus hepatitis, yaitu A, B, C, D, dan E.

Menurut National Institutes of Health (NIH), lebih dari 2 miliar orang di dunia telah terinfeksi virus hepatitis B (HBV). Lalu sekitar 248 juta di antaranya mengalami infeksi kronis.

Sementara itu, WHO mencatat, India menempati urutan kedua kasus hepatitis B dan C terbanyak setelah Tiongkok pada tahun 2022.

Baca juga: 4 Alasan Anak Harus Mendapatkan Vaksin Hepatitis B, Apa Saja?

Tiga Faktor Pemicu Hepatitis di Era Modern

Dalam wawancara yang dikutip dari Hindustan Times, Medical Director International SOS (India), Dr. Vikram Vora, mengungkapkan, ada simbol kebebasan dan modernitas.

Misal vaksinasi, tato, dan layanan medis, kini ikut menyumbang meningkatnya kasus hepatitis.

Mungkin mengejutkan bahwa pada 2025, hepatitis masih menjadi ancaman serius. Penyakit ini diam-diam menginfeksi jutaan orang. Ironisnya, hal-hal yang kita anggap aman seperti vaksin, tato, hingga perawatan medis, bisa menjadi pemicu infeksi baru,” ujar Dr. Vora.

1. Vaksinasi

Meski vaksin hepatitis B sudah tersedia selama puluhan tahun, tidak semua orang terlindungi. Dr. Vora menjelaskan, di India vaksin hepatitis B baru diwajibkan bagi bayi sejak 2007. Artinya, mereka yang lahir sebelumnya, kemungkinan besar tidak mendapat vaksin lengkap.

Bahkan di rumah sakit, jarang ada protokol pemeriksaan kekebalan hepatitis B sebelum memberikan suntikan, atau melakukan prosedur kecil. Inilah celah besar yang sering diabaikan,” katanya. 

Dr. Vora menyarankan, masyarakat meminta dokter melakukan tes antibodi anti-HBs untuk memastikan perlindungan.

Ilustrasi seniman tato. (Freepik/Frolopiaton Palm)

2. Tato dan Tindikan

Risiko penularan hepatitis juga datang dari jarum tato dan tindikan. Menurut Dr. Vora, studio tato yang tidak berizin, sering kali mengabaikan prosedur sterilisasi, menggunakan jarum berulang, atau tinta terkontaminasi.

Piercing juga punya risiko serupa. Berapa banyak dari kita yang benar-benar menanyakan prosedur autoclave atau penggunaan tinta sekali pakai kepada seniman tato? Padahal, itu menyangkut darah kita,” tegasnya.

3. Praktik Medis Tidak Aman

Praktik medis yang tidak higienis masih terjadi. Baik di klinik kecil, pusat kebugaran, maupun spa yang menawarkan infus vitamin atau terapi suntik. Di daerah pedesaan, penggunaan jarum kaca yang dipakai berulang oleh tenaga medis tidak resmi, masih ditemukan.

Jarum atau alat yang tidak disterilkan dengan benar bisa menyisakan darah dalam jumlah mikroskopis yang cukup untuk menularkan virus. Termasuk di salon untuk manikur, pedikur, atau bahkan klinik gigi yang mengabaikan autoclaving karena alasan biaya,” ungkap Dr. Vora.

Baca juga: Hepatitis B pada Anak sebagian Besar Ditularkan dari Ibu

Tips Pencegahan

Hepatitis B dan C dapat menular hanya dengan sedikit darah yang terinfeksi. Oleh karena itu, Dr. Vora menekankan pentingnya pencegahan.

Ia menyarankan langkah-langkah berikut:

  • Lakukan skrining hepatitis B dan C melalui tes darah sederhana.
  • Segera dapatkan vaksin hepatitis B jika belum terlindungi.
  • Pilih klinik gigi, salon, atau studio tato yang memiliki protokol sterilisasi jelas.
  • Edukasi teman, keluarga, dan komunitas tentang risiko hepatitis.

Hepatitis sering tidak menimbulkan gejala hingga bertahun-tahun, namun kerusakan hati terus berlangsung. Pencegahan bisa sesederhana menjaga kewaspadaan dan membuat pilihan cerdas,” tutup Dr. Vora.

Jadi, sudah kamu, anak, atau keluarga kamu melakukan skrining hingga vaksin hepatitis B di fasilitas kesehatan yang terpercaya?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU