Kamis, 04 SEPTEMBER 2025 • 15:35 WIB

Mengapa Makanan Berbahan Tepung Dapat Membuat Gemuk?

Author

Ilustrasi tepung yang ramah penderita diabetes. (Freepik)

INDOZONE.ID - Makanan yang terbuat dari tepung seringkali menjadi pilihan yang lezat dan memuaskan buat kita. Berbagai macam olahan tepung dapat ditemukan di sekitar kita. 

Harganya pun cenderung terjangkau. Seluruh jenjang usia suka, dari anak kecil sampai orang dewasa.

Tetapi tahukah kalian bahwa konsumsi makanan berbahan dasar tepung dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan? 

Ada pertanyaan yang sering muncul, dan jawabannya melibatkan pemahaman kita sebagai orang awam, tentang bagaimana tubuh memproses dan menyimpan energi.

Tepung yang biasanya terbuat dari biji-bijian seperti gandum, beras atau jagung, mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat ini merupakan sumber energi utama tubuh lho. 

Namun, tahu nggak, ketika kita menggunakan lebih banyak energi daripada yang dibutuhkan oleh tubuh kita sendiri, kelebihan energi tersebut disimpan sebagai lemak.

Baca juga: Vaksinasi Tanpa Suntik Menggunakan Ultrasound, Terobosan Baru di Dunia Medis

Tepung Berindeks Glikemik Tinggi

Kenapa ya? Salah satu alasannya karena makanan bertepung ini, cenderung memiliki indeks glikemik yang tinggi. 

Indeks glikemik itu apa sih? Indeks glikemik dapat mengukur seberapa cepat karbohidrat dalam makanan meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh kita. 

Indeks glikemik tinggi membuat makanan yang diproses dalam tubuh, menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba dan kemudian turun dengan cepat, sehingga membuat kalian cepat merasa lapar. 

Padahal mungkin, seharusnya kalian merasa kenyang dengan porsi makanan sebanyak itu.

Nah, hal inilah yang dapat mendorong kalian untuk makan lebih banyak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kelebihan kalori dan penambahan berat badan.

Baca juga: 10 Kebiasaan Sehari-hari untuk Jaga Kesehatan Jantung

Selain itu, kandungan serat alami dapat dihilangkan dari bahan melalui pengolahan tepung. 

Serat membantu mengendalikan rasa lapar dan menjaga keseimbangan gula darah. 

Tanpa serat, makanan cenderung lebih cepat dicerna, sehingga meningkatkan kemungkinan kadar gula darah cepat naik dan rasa lapar kembali.

Saat mengonsumsi makanan berbahan tepung, kita juga cenderung untuk menambahkan bahan tambahan seperti gula, mentega, atau saus yang tinggi kalori untuk meningkatkan rasa. 

Ini juga dapat menyumbang pada peningkatan kalori dan lemak dalam makanan kita.

Baca juga: Kenikmatan Gorengan, Risiko Kesehatan yang Nggak Boleh Diabaikan

Tidak Semuanya Buruk

Namun jangan khawatir, tidak semua makanan berbahan tepung buruk. Tepung gandum utuh, quinoa, atau tepung almond adalah contoh bahan tepung yang lebih sehat karena mengandung serat dan nutrisi yang lebih baik. 

Tapi, tentu saja kita harus memperhatikan bagaimana cara pengolahannya ya.

Dalam mengelola berat badan, kunci utamanya adalah memahami bahwa keberagaman makanan dan kontrol porsi sangat penting. 

Menghindari makanan berbahan tepung sepenuhnya mungkin bukan solusi terbaik. 

Sebaliknya, berfokus pada pola makan seimbang dan menghitung kebutuhan kalori harian, mengonsumsi tepung yang lebih sehat, serta memperhatikan porsi dapat membantu mencegah peningkatan berat badan yang tidak diinginkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eur J Clin Nutr

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU