Sabtu, 20 SEPTEMBER 2025 • 15:51 WIB

Terobosan Baru! Indonesia Punya Teknologi Robotik Neurosains Jadi Gak Perlu Berobat ke Luar Negeri

Author

Doorstop Prof. dr. Julius July (Indozone/Rifqy Alief Abiyya)

INDOZONE.ID - Teknologi robotik di zaman ini sangat membantu dokter dalam menjalani operasi. Salah satunya teknologi robotik dalam neurosains.

Dalam acara Siloam Neuroscience Summit 2025 dengan tema “Exploring The Depth of Neuroscience: New Horizons and Opportunity”, Prof. dr. Julius July sebagai Chairman Neuroscience Summit (Neurosurgeon) menegaskan kehadiran teknologi robotika ini karena ada dukungan penuh dari rumah sakit.

Hadirnya teknologi robotik menjadi kunci atas ketersediaan fasilitas modern ini, yang sekarang bisa di akses masyarakat di dalam negeri. 

Baca juga: Siswa ini Buat Video Ambil MBG di Sekolah, Nuansanya Mirip Vintage Zaman Dahulu

“Kita beruntung sebagai klinisi didukung oleh rumah sakit. Kalau tidak ada yang mau menyediakan alat, kita tidak punya. Karena itu, kami tidak ingin menonjol sendiri, tetapi berharap teknologi ini bisa menyebar ke seluruh Indonesia,” ujar Prof Julius di Jakarta. 

Prof Julius mengaku senang bahwa Siloam menjadi yang pertama bisa menghadirkan teknologi medis ini ke Indonesia. Ia berharap kalau ini bisa memicu semangat dari rumah sakit untuk mengembangkan hal serupa.

“Kalau tidak ada yang pertama, tidak akan ada yang kedua dan ketiga. Kami ingin memicu agar di mana-mana ada layanan terbaik,” tambahnya.

Prof. Yusak Mangara (kiri), dr. Grace Fretila (tengah), dan Prof. Julius July (kanan) (Indozone/Rifqy Alief Abiyya)

Baca juga: Cinta Bukan Sekadar Perasaan: Kenali 8 Jenis Cinta Menurut Ilmu Psikologi Sternberg

Tidak Perlu ke Luar Negeri untuk Berobat

Sebagai contoh, neurosains berkaitan dengan bedah otak (brain surgery), yang merupakan salah satu cabang kedokteran paling kompleks dan harus presisi. Kehadiran robotic navigation memungkinkan prosedur dilakukan dengan akurasi lebih tinggi, risiko komplikasi lebih kecil, dan pemulihan pasien lebih cepat. 

Dengan teknologi ini, operasi dapat berlangsung lebih optimal dan tingkat kenyamanan pasien meningkat signifikan. Kombinasi inilah yang menciptakan standar baru dalam keamanan prosedur, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien pascaoperasi. 

Dengan hadirnya teknologi robotika di Indonesia membuat masyarakat tidak perlu ke luar negeri untuk pengobatan, khususnya dalam bidang Neurosains. Julius menyebut biaya pengobatan di Indonesia jauh lebih terjangkau dibanding luar negeri, dalam hal ini Singapura.

“Kalau ke Singapura biayanya bisa lima kali lipat. Di sini cukup satu kali lipat saja dengan kualitas yang bahkan bisa lebih baik,” jelasnya.

Siloam Hospital telah menangani lebih dair 20 ribu kasus. Namun, bagi Julius angka tersebut masih kecil jika dibandingkan seluruh penduduk Indonesia.

Baca juga: 7 Hobi Gratis yang Membuatmu Terlihat Lebih Menarik Menurut Psikologi

Oleh karena itu, ia mengajak pihak rumah sakit untuk kolaborasi berbagai pihak untuk memperluas jangkauan layanan nya.

Pasien adalah Hal Utama

Prof Julius menyebut bahwa perawatan pasien tidak bisa terlepas dari kerja sama tim dan disiplin. Semua butuh proses dan tidak hanya datang dari pihak tertentu saja. Penyembuhan pasien juga adalah utama yang harus diperhatikan.

Baca juga: Anak Hebat! Dazle Koleksi 70 Medali dan Sabet Juara Dunia Matematika

“Tidak ada hasil yang hanya datang dari satu pihak kecil. Semua proses, mulai dari operasi hingga rehabilitasi, harus terintegrasi,” tegasnya.

Dengan langkah seperti ini, Julius berharap bahwa pelayanan kesehatan modern bisa lebih merata di seluruh masyarakat Indonesia, sehingga gak perlu pergi jauh ke luar negeri untuk pengobatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU