INDOZONE.ID - Pernah ngerasa suntuk atau gampang emosi padahal cuma lagi di rumah?
Bisa jadi bukan karena kamu yang baper, tapi karena kondisi ruang sekitarmu yang bikin kepala jadi penuh.
Menurut Psikolog Klinis Amanda Margia Wiranata, S.Psi., M.Psi., rumah yang tertata rapi bukan cuma enak dipandang, tapi juga punya pengaruh besar terhadap kesehatan mental dan fisik.
Baca juga: 5 Tips Menata Rumah Ala Interior Design yang Mudah dan Praktis
"Kondisi lingkungan rumah sangat berpengaruh pada kondisi emosional kita. Rumah yang rapi dan mendukung bisa meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat secara keseluruhan,” jelas Amanda saat menjadi pembicara di talkshow "Rumah Bersih, Hidup Nyaman – Tips Menata Rumah Bersama IKEA" di IKEA Jakarta Garden City, Kamis (26/9/2025).
Amanda menegaskan, kegiatan decluttering atau merapikan rumah bisa memberikan efek langsung terhadap kesejahteraan psikologis.
Berikut beberapa efek merapikan rumah terhadap kesehatan mental:
- Menurunkan tingkat stres dan kecemasan.
- Meningkatkan fokus dan produktivitas.
- Membantu tidur lebih nyenyak.
- Menciptakan hubungan keluarga yang lebih harmonis.
Bahkan, kondisi rumah yang berantakan bisa memicu rasa tertekan secara tidak sadar.
Misalnya, saat melihat tumpukan cucian atau barang-barang berserakan, otak kita langsung membaca itu sebagai tugas yang belum selesai.
Hasilnya? Stres meningkat, emosi jadi gak stabil.
Hubungan Barang yang Menumpuk dengan Kesehatan Mental
Emang bisa ya, barang-barang yang menumpuk mempengaruhi kesehatan mental? Jawabannya bisa banget.
Menurut Amanda, barang-barang yang menumpuk ternyata punya koneksi langsung dengan pikiran dan emosi kita.
"Ada hubungan antara hal-hal yang visibel dan kondisi emosional kita. Rumah yang berantakan bisa membuat seseorang merasa kewalahan, lelah, bahkan merasa tidak punya kendali,” ujarnya.
Bahkan, beberapa orang cenderung menyimpan barang-barang dari masa lalu, termasuk kenangan buruk yang secara tidak sadar menghambat proses "move on" dalam hidup.
"Menumpuk barang yang sudah tidak diperlukan bisa memicu rasa cemas dan beban emosional tersendiri. Decluttering bukan hanya merapikan barang, tapi juga melepaskan beban psikologis yang tidak terlihat." tambahnya.
Efek Jangka Panjang Menata Rumah untuk Kesehatan Mental
Amanda menjelaskan bahwa manfaat menata rumah tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tapi juga jangka panjang.
Berikut beberapa efek jangka panjang menata rumah untuk kesehatan mental:
- Meningkatkan hubungan dengan pasangan atau keluarga.
- Menghindari konflik kecil (kayak rebutan cari kunci, gunting, charger yang selalu menghilang).
- Meningkatkan kesadaran diri terhadap gaya hidup.
- Menghindari kebiasaan menimbun (hoarding) yang bisa berujung pada gangguan psikologis.
Kalau kamu punya kebiasaan menyimpan bungkus paket dari zaman kapan tau, atau masih menyimpan barang dari mantan yang udah gak relevan, mungkin udah saatnya decluttering hati juga.
Baca juga: 5 Cara Menata Ruang Kerja di Rumah Agar Lebih Nyaman dan Produktif
Tips Simpel Menata Rumah dari Psikolog
Gak perlu nunggu weekend atau tahun baru buat mulai merapikan rumah.
Amanda membagikan dua tips sederhana tapi ampuh untuk mulai sekarang juga:
1. Two Minutes Rules
Kalau ada tugas atau kebiasaan yang bisa diselesaikan dalam 2 menit, kerjakan saat itu juga. Misalnya gantung handuk setelah mandi, taruh kunci di tempatnya, atau rapikan bantal sofa habis dipakai.
Kebiasaan kecil ini kalau dilakukan rutin, bisa mencegah tumpukan yang bikin stres di akhir hari.
2. Eat the Frog
Ini merupakan istilah untuk mengerjakan hal yang paling berat di awal hari. Jadi, lakukan tugas paling berat di pagi hari saat energi masih segar. Misalnya, langsung cuci piring atau bersihin meja kerja sebelum memulai aktivitas lain.
"Begitu tugas paling berat selesai, sisa hari jadi terasa lebih ringan. Ini juga bisa membantu kita merasa lebih produktif dan tenang," ungkap Amanda.
Menata rumah bukan cuma soal gaya hidup minimalis atau estetik buat konten di media sosial, tapi ini tentang menciptakan ruang aman, nyaman, dan sehat yang baik untuk tubuh dan pikiran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung