INDOZONE.ID - Dunia gim online seperti Fortnite dan Minecraft telah memikat banyak generasi muda, terutama Gen Z, dengan pengalaman bermain yang imersif. Mulai dari mode multipemain hingga kompetisi e-sports.
Namun, di balik keseruannya, kebiasaan bermain gim berjam-jam ternyata dapat meningkatkan risiko kesehatan serius. Terlebih kolesterol tinggi, diabetes, hingga penyakit jantung.
Dalam wawancara yang dikutip dari Hindustan Times, konsultan senior sekaligus ahli jantung elektrofisiologi dan intervensi di Indraprastha Apollo Hospitals, Dr. Vanita Arora, menegaskan, gaya hidup sedentari (minim aktivitas fisik) yang melekat pada kebiasaan gaming, berpotensi memicu serangan jantung dan stroke pada usia lebih muda.
“Gen Z bisa menikmati gaming dan e-sports, tapi menyeimbangkannya dengan kebiasaan sehat sangat penting untuk mencegah epidemi jantung di usia dini. Perubahan kecil yang dimulai sekarang akan menentukan kesehatan jantung di masa depan,” kata Dr. Arora.
Baca juga: Riset: Kebanyakan Gen Z Lebih Percaya Info Kesehatan dari Medsos daripada Dokter
Hubungan Waktu Layar dan Risiko Jantung
Menurut Dr. Arora, generasi muda saat ini menghabiskan berjam-jam setiap hari di depan layar, baik untuk bermain gim, menonton, maupun bersosialisasi lewat media digital.
Duduk terlalu lama dapat memperlambat sirkulasi darah, meningkatkan penumpukan lemak di sekitar organ, dan menaikkan tekanan darah, yang menjadi faktor mempercepat munculnya penyakit jantung.
Data Apollo Health of Nation Report menunjukkan, hasil pemeriksaan terhadap lebih dari 3.100 orang tanpa gejala, hampir 46 persen memiliki endapan kalsium di pembuluh darah, tanda awal penyakit jantung.
Dari jumlah itu, 25 persen terdiagnosis penyakit arteri koroner yang butuh penanganan, bahkan 2,5 persen di antaranya berusia di bawah 40 tahun.
“Ini artinya, bahkan anak muda termasuk Gen Z bisa menyimpan risiko jantung serius tanpa disadari,” ujar Dr. Arora.
Faktor Risiko Tambahan
Selain kebiasaan duduk terlalu lama, Dr. Arora mengungkapkan beberapa faktor lain yang memperburuk kesehatan jantung pada gamer:
- Stres emosional & gangguan tidur
Kompetisi ketat dan dorongan mencapai peringkat lebih tinggi dapat memicu stres kronis, detak jantung cepat, serta tekanan darah tinggi. Ditambah konsumsi energy drink dan kurang tidur, risiko gangguan jantung meningkat tajam. - Obesitas & pola makan tidak sehat
Maraton gaming sering ditemani camilan tinggi kalori dan minuman manis. Lemak perut yang dihasilkan berhubungan langsung dengan hipertensi dan kolesterol tinggi. - Kompetisi e-sports tidak sepenuhnya sehat
Meski disebut olahraga digital, e-sports tetap membuat pemain duduk berjam-jam dengan aktivitas fisik minim. Bahkan beberapa gamer profesional muda dilaporkan mengalami diabetes, hipertensi, hingga nyeri otot akibat pola hidup tidak seimbang.
Tanda-tanda Peringatan
Gejala seperti nyeri dada, jantung berdebar, pingsan saat atau setelah bermain, gangguan tidur, serta sakit kepala berulang tidak boleh diabaikan.
Menurut Dr. Arora, itu bisa menjadi sinyal awal penyakit jantung, terutama pada mereka dengan riwayat keluarga. Kemudian pengaruh stres tinggi, kebiasaan merokok atau vaping, dan pola hidup buruk.
Langkah Pencegahan untuk Gen Z
Dr. Arora memberikan sejumlah tips agar Gen Z tetap bisa menikmati gim tanpa mengorbankan kesehatan jantung:
- Batasi waktu layar, istirahat dan bergerak setiap 1 jam.
- Rutin beraktivitas fisik seperti berjalan, bersepeda, menari, atau olahraga minimal 30 menit hampir setiap hari.
- Pilih makanan seimbang: buah, sayur, dan protein rendah lemak dibanding camilan manis dan asin.
- Kelola stres dengan mindfulness, kegiatan offline, atau berbicara dengan orang terpercaya.
- Waspadai perubahan tubuh seperti kenaikan berat badan, gangguan tidur, dan perubahan mood; segera konsultasi ke tenaga medis jika muncul gejala mencurigakan.
Baca juga: 5 Tips Ampuh Mengatasi Anak Anda yang Kecanduan Bermain Game Online
Oleh karena itu, gaming bukanlah masalah, tetapi kebiasaan sedentari, pola makan buruk, dan stres berlebihan yang menyertainya. Sehingga, dapat menjadi ancaman kesehatan serius bagi generasi muda.
Menurut para ahli, pencegahan sejak dini melalui gaya hidup aktif dan seimbang adalah kunci menjaga jantung tetap sehat hingga usia lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times