INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasakan perut tiba-tiba keras dan kencang? Kondisi ini bisa bikin tidak nyaman, bahkan kadang menimbulkan rasa khawatir.
Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya, mulai dari masalah ringan yang bisa diatasi sendiri, hingga tanda adanya penyakit serius.
Berikut beberapa penyebab umum gejala perut yang tiba-tiba keras.
7 Perut Terasa Keras dan Sakit Seperti Batu
1. Masalah Sembelit
Salah satu penyebab perut tiba-tiba keras dan kencang adalah sembelit. Kondisi ini membuat buang air besar jarang, sulit, dan menyakitkan. Biasanya ditandai dengan:
- BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu.
- Tinja keras dan kering.
- Rasa tidak tuntas setelah BAB.
Selain itu, sembelit juga bisa membuat perut kembung dan keras sehingga terasa tidak nyaman seperti ada beban di dalam perut.
Baca juga: 7 Minuman Tradisional Jepang untuk Diet, Bantu Mengecilkan Perut Secara Alami
2. Gangguan Sindrom Iritasi Usus Besar
Sindrom iritasi usus besar (IBS) adalah gangguan pencernaan yang cukup umum. Kondisi ini bisa membuat perut terasa keras dan sakit seperti batu karena otot usus bekerja tidak normal. Gejala lain yang menyertai antara lain:
- Nyeri atau kram di perut.
- Diare atau sembelit bergantian.
- Perut terasa kembung dan membesar.
- Rasa sakit berpindah di area perut.
3. Kurang Gerak dan Aktivitas Fisik
Gaya hidup pasif atau jarang bergerak juga bisa memicu gejala perut tegang. Saat tubuh kurang aktif, lemak viseral di area perut lebih mudah menumpuk. Kondisi ini bisa membuat perut terasa kaku atau keras. Cobalah lebih rutin berjalan kaki, melakukan peregangan, atau olahraga ringan untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Baca juga: 11 Buah yang Ampuh Membersihkan Perut dan Melancarkan Pencernaan
4. Radang Lambung (Gastritis)
Gastritis adalah peradangan di dinding lambung yang bisa menimbulkan rasa nyeri, kembung, dan membuat perut bagian bawah terasa keras. Penyebab utamanya bisa karena infeksi bakteri H. pylori, tukak lambung, atau pola makan yang tidak sehat. Radang lambung akut bisa muncul tiba-tiba, sedangkan yang kronis berkembang perlahan dan sering lebih sulit diatasi.
5. Peradangan pada Saluran Usus
Kondisi seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn dapat menyebabkan peradangan usus. Gejalanya meliputi:
- Diare kronis, kadang disertai darah.
- Penurunan berat badan.
- Mual, demam, dan mudah lelah.
- Perut terasa keras dan sakit seperti batu disertai kram yang intens.
Pada penyakit Crohn, komplikasi seperti abses, fistula, atau dehidrasi bisa memperburuk kondisi.
6. Risiko Kanker Lambung
Kanker lambung juga bisa menjadi jawaban dari pertanyaan, kenapa perut bagian bawah terasa keras? Kanker ini berkembang dari lapisan dalam lambung lalu menyebar ke jaringan lain. Gejala awal biasanya berupa gangguan pencernaan, kembung, hilangnya nafsu makan, hingga nyeri maag yang tidak kunjung membaik.
Untuk memastikan diagnosis, dokter perlu melakukan tes medis seperti endoskopi, tes darah, hingga pencitraan.
7. Kehamilan dan Kontraksi Palsu
Pada ibu hamil, perut kembung dan keras kerap terjadi karena kontraksi Braxton-Hicks. Kontraksi ini disebut juga “kontraksi palsu” yang muncul tidak teratur. Umumnya terasa sejak trimester kedua, ketika otot rahim mengencang lalu kembali rileks.
Perut terasa keras dan sakit seperti batu bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari sembelit, gastritis, hingga masalah serius seperti kanker lambung. Jika kondisi ini hanya muncul sesekali, biasanya tidak perlu terlalu cemas.
Namun, bila disertai gejala lain yang mengganggu, lakukan pemeriksaan ke dokter. Dengan begitu, penyebab pasti bisa diketahui dan ditangani sejak dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthcentral.com