INDOZONE.ID - Kanker kulit selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang lapisan kulit, akibat pertumbuhan sel secara tidak terkendali. Namun, kenyataannya, sel kanker kulit dapat menyebar ke bagian tubuh lain, melalui proses yang disebut metastasis.
Menurut para ilmuwan, sel kanker yang telah menyebar, tetap punya karakteristik yang sama seperti sel kanker kulit. Karena penamaan kanker didasarkan pada tempat asalnya, maka meskipun sel kanker tersebut tumbuh di organ lain, penyakit itu tetap disebut kanker kulit.
Laporan dari MD Anderson Cancer Center menjelaskan, melanoma—jenis kanker kulit yang paling serius—berasal dari sel melanosit, yakni sel yang memproduksi pigmen kulit.
Ketika sel ini menyebar ke bagian tubuh lain, mereka disebut melanoma non-kutan (noncutaneous melanoma), yaitu kanker kulit yang berkembang di luar kulit dan tidak disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet (UV), atau faktor genetik sebagaimana umumnya.
Baca juga: Bukan Cuma Berat Badan! Lemak di Perut Rupanya Bisa Picu Kanker
Tujuh Bagian Tubuh Tersembunyi yang Bisa Terkena Kanker Kulit
Berikut, tujuh bagian tubuh yang ternyata bisa menjadi tempat berkembangnya kanker kulit jenis ini, dikutip dari Medical Daily:
1. Mata (Ocular Melanoma)
Bagian dalam mata, termasuk iris, mengandung sel penghasil melanin yang dapat berkembang menjadi melanoma. Menurut Mayo Clinic, kebanyakan kasus kanker mata sulit dideteksi karena tidak menimbulkan gejala awal, dan tidak terlihat hanya dengan bercermin.
2. Jaringan Lendir (Mucosal Melanoma)
Kanker jenis ini muncul pada selaput lendir yang melapisi berbagai organ tubuh, seperti mulut, bibir, hidung, anus, dan area genital wanita.
Berdasarkan data dari Cleveland Clinic, mucosal melanoma lebih sering terjadi pada orang berusia 70 tahun ke atas, dan sering terdeteksi saat sudah dalam tahap lanjut.
3. Di Bawah Kuku
Menurut para ahli, tren penggunaan gel nails ternyata bisa meningkatkan risiko kanker kulit di bawah kuku.
“Alat pengering cat kuku berbasis sinar UV berfungsi seperti ‘tempat tanning mini’ untuk kuku, yang dapat memicu pertumbuhan sel melanoma,” ujar Dr. Stephen Stahr, dokter kulit dari Texas, seperti dikutip dari The Healthy.
4. Di Area Lipatan Bokong (Gluteal Cleft)
Meski jarang diketahui, area lipatan bokong juga dapat menjadi tempat tumbuhnya melanoma.
Menurut laporan Reader’s Digest yang mengutip Dr. Stahr, jenis kanker yang sering muncul di area ini, biasanya adalah squamous cell carcinoma, yang tergolong tidak mematikan.
5. Kulit Kepala
Kulit kepala merupakan salah satu lokasi yang paling umum menjadi tempat pertumbuhan melanoma. Namun, karena tertutup rambut, tanda-tanda seperti gatal atau sensasi terbakar sering disalahartikan sebagai ketombe biasa. Hal ini membuat kanker di area tersebut sering terlambat terdeteksi.
Baca juga: 5 Masalah Kulit yang Sering Muncul Pascamelahirkan dan Cara Mengatasinya
6. Saluran Telinga
Kanker kulit juga bisa muncul di dalam saluran telinga. Dokter kulit sekaligus CEO UVO, Dr. Bobby Awadalla, mengatakan kepada Reader’s Digest bahwa, kerak atau kotoran telinga yang tidak hilang meskipun sudah dibersihkan berulang kali bisa menjadi tanda awal melanoma.
7. Bawah Lidah
Area bawah lidah pun tidak luput dari risiko melanoma. Inilah alasan mengapa dokter gigi selalu memeriksa bagian bawah lidah secara teliti. Meskipun bagian ini jarang terkena sinar matahari, kanker bisa muncul karena penyebaran (metastasis) dari bagian tubuh lain.
Waspadai Gejala dan Lakukan Pemeriksaan Rutin
Para ahli menegaskan, kanker kulit tidak selalu terlihat di permukaan kulit. Karena itu, penting untuk memeriksa area tubuh yang jarang diperhatikan, seperti kulit kepala, telinga, atau bawah kuku.
Pemeriksaan rutin ke dokter kulit atau dokter gigi, juga sangat disarankan. Terlebih, bagi mereka yang memiliki riwayat kanker kulit atau sering terpapar sinar UV.
Melalui kesadaran dini dan deteksi cepat, risiko kanker kulit yang tersembunyi di bagian tubuh gak terduga ini, dapat ditekan. Sehingga, dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dari bahaya yang sering kali tidak terlihat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily