Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 09:15 WIB

Dari Tahi Lalat hingga Luka Gak Sembuh, Ini Tanda-tanda Awal Kanker Kulit Menurut Dokter

Author

Arti Tahi Lalat yang diduga tanda kanker kulit. (Photo/Freepik/amixstudio)

INDOZONE.ID - Kanker kulit termasuk salah satu jenis kanker yang bisa berakibat fatal, jika tidak terdeteksi sejak dini. Meski sebagian besar kasus dapat disembuhkan bila segera ditangani, namun melanoma—jenis kanker kulit yang lebih agresif—bisa berujung pada kematian. 

Sehingga, para ahli menganjurkan agar masyarakat melakukan pemeriksaan mandiri kulit secara rutin, setidaknya sebulan sekali.

Namun, sekadar melihat kulit dari kepala hingga kaki gak cukup. Diperlukan perhatian khusus terhadap perubahan kecil yang mungkin menjadi tanda awal kanker kulit.

Perubahan Kecil yang Perlu Diwaspadai

Direktur Medis Onkologi Bedah di Inspira Health, Vineland, New Jersey, dr. Nandini Kulkarni, menjelaskan, tanda awal kanker kulit bisa muncul dalam berbagai bentuk sederhana.

Perubahan pada tahi lalat, luka yang tidak kunjung sembuh, atau munculnya benjolan baru bisa menjadi peringatan awal kanker kulit,” ujar dr. Kulkarni, dikutip dari Medical Daily.

Baca juga: Jarang Diketahui! Kanker Kulit Bisa Nyerang 7 Area Tubuh Ini, Bukan Hanya Kulit

Ia menambahkan, dengan melakukan pemeriksaan kulit secara rutin, seseorang akan lebih mengenal pola alami kulitnya—termasuk tahi lalat, flek, bintik, dan tanda lainnya. 

Hal itu membantu mendeteksi jika ada perubahan mencurigakan di kemudian hari.

Begitu kamu menyadari ada perubahan, segeralah berkonsultasi dengan dokter kulit,” katanya.

Metode Pemeriksaan A-B-C-D-E

Untuk memudahkan pemeriksaan mandiri, dr. Kulkarni memperkenalkan panduan singkat menggunakan akronim A-B-C-D-E, yaitu:

  • A (Asymmetry): bentuk tahi lalat tidak simetris.
  • B (Border): tepi tidak rata, kabur, atau menonjol.
  • C (Color): warna tahi lalat berubah atau tidak seragam.
  • D (Diameter): ukuran lebih besar dari penghapus pensil (sekitar 6 mm).
  • E (Evolving): tahi lalat tampak berubah dari waktu ke waktu, baik ukuran, warna, atau bentuknya.

Menurut dr. Kulkarni, waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan adalah setelah mandi, di ruangan yang cukup terang, menggunakan cermin besar, dan cermin kecil untuk bagian tubuh yang sulit terlihat.

Ilustrasi kanker kulit (Pixabay/Hans Braxmeier)

Periksa Seluruh Bagian Tubuh, Termasuk yang Tersembunyi

Kanker kulit tidak selalu muncul di area yang sering terkena sinar matahari. Ia juga bisa berkembang di tempat yang tidak terduga, seperti telapak kaki, kulit kepala, hingga sela-sela jari.

Mintalah bantuan orang lain jika ada bagian tubuh yang sulit diperiksa,” ucap dr. Kulkarni.

Menurut Cleveland Clinic, kanker kulit dapat disembuhkan sepenuhnya jika ditangani sebelum menyebar ke jaringan lain. Semakin cepat dideteksi dan diangkat, semakin besar peluang untuk pulih total.

Pemeriksaan Mandiri Gak Cukup

Skin Cancer Foundation menyarankan, agar setiap orang melakukan pemeriksaan mandiri setidaknya sebulan sekali, dan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter kulit minimal setahun sekali.

Kanker kulit bisa terjadi di mana saja, bahkan pada bagian tubuh yang jarang terpapar sinar matahari,” ujar dr. Kulkarni.

Baca juga: Pencegahan Kanker Kulit: Langkah-Langkah Efektif untuk Melindungi Kulit

Meski pemeriksaan mandiri penting, ia menegaskan, langkah tersebut tidak bisa menggantikan pemeriksaan profesional oleh dokter kulit.

Oleh karena itu, pemeriksaan kulit mandiri secara rutin membantu kamu mengenali tanda-tanda awal kanker kulit sebelum terlambat. 

Perhatikan perubahan kecil pada kulit, gunakan panduan A-B-C-D-E, dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika menemukan hal yang tidak biasa. Deteksi dini bisa menjadi penyelamat hidup kamu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU