INDOZONE.ID - Kamu mungkin pernah mendengar istilah bahwa, usus disebut sebagai otak kedua manusia. Namun, tahukah kamu apa alasan di balik sebutan itu?
Ternyata, bukan sekadar perumpamaan, lho! Inilah penjelasan mengapa usus disebut otak kedua.
5 Alasan Usus Disebut Otak Kedua
1. Memiliki Sistem Saraf Enterik yang Kompleks
Salah satu alasan mengapa usus disebut otak kedua adalah karena adanya sistem saraf enterik (enteric nervous system/ENS) yang sangat canggih.
Sistem ini terdiri dari jutaan neuron yang tertanam di dinding saluran pencernaan, dan bekerja mirip seperti otak kecil di tubuh kita.
ENS terbagi menjadi dua bagian utama, yakni pleksus mienterikus, yang mengatur gerakan otot usus, dan pleksus submukosa, yang mengatur sekresi serta aliran darah.
Uniknya, sistem ini dapat bekerja secara mandiri tanpa instruksi langsung dari otak. Jadi, usus bisa “berpikir” dan mengatur dirinya sendiri, inilah sebab utama mengapa usus disebut otak kedua.
Baca juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Rusak Kesehatan Usus Tanpa Disadari
2. Ada Hubungan Langsung antara Usus dan Otak
Fakta menarik lainnya, ada hubungan usus dan otak yang sangat erat, dikenal dengan istilah gut-brain axis atau sumbu usus-otak. Melalui sistem ini, keduanya saling berkomunikasi dua arah menggunakan saraf, hormon, dan sinyal kimia.
Salah satu penghubung terpenting adalah saraf vagus, yang membawa sinyal dari usus ke otak dan sebaliknya. Misalnya, ketika kamu merasa gugup, otak akan mengirimkan sinyal yang membuat perut terasa mulas.
Sebaliknya, ketika usus terganggu, otak juga bisa merespons dengan rasa cemas atau stres. Inilah contoh nyata bagaimana hubungan usus dan otak memengaruhi pikiran dan tubuh kita secara langsung.
3. Usus Menghasilkan Neurotransmiter yang Pengaruhi Mood
Tidak hanya saraf, usus juga mampu memproduksi neurotransmitter atau zat kimia yang berfungsi mengirimkan sinyal antar sel saraf. Menariknya, sekitar 90 persen serotonin, yaitu hormon yang mengatur suasana hati dan tidur, justru diproduksi di usus, bukan di otak.
Selain serotonin, usus juga menghasilkan GABA (gamma-aminobutyric acid), zat yang membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi kecemasan.
Hal ini semakin memperkuat alasan mengapa usus disebut otak kedua, karena perannya dalam mengatur mood begitu besar dan tak bisa diabaikan.
4. Mikrobioma Usus Berpengaruh pada Kesehatan Mental dan Fisik
Di dalam usus hidup triliunan mikroba yang disebut mikrobioma usus. Mereka memiliki peran penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, metabolisme, dan bahkan suasana hati.
Ketika keseimbangan mikrobioma terganggu, tubuh bisa mengalami berbagai gangguan, mulai dari depresi dan kecemasan, hingga penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer atau Parkinson.
5. Menjaga Kesehatan Usus Sama dengan Menjaga Kesehatan Mental
Kesehatan usus berpengaruh besar terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bila usus tidak seimbang, bukan hanya sistem pencernaan yang terganggu, tapi juga suasana hati dan tingkat stres.
Itulah sebabnya alasan mengapa usus disebut otak kedua tidak lepas dari peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan emosi dan mental. Jadi, jangan abaikan kesehatan ususmu, ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uchealth.com