Cara Bedain Sakit Perut Karena Keracunan Makanan atau Usus Buntu.
INDOZONE.ID - Lagi enak-enak makan, terus beberapa jam kemudian perut tiba-tiba mulas parah? Banyak yang langsung mikir itu gara-gara keracunan makanan. Tapi ternyata, bisa jadi itu tanda radang usus buntu.
Karena gejalanya mirip banget, nggak sedikit orang jadi salah sangka. Nah biar nggak makin panik dan salah penanganan, mending kenali dulu perbedaan keduanya.
Radang usus buntu dan keracunan makanan memang sering bikin bingung karena sama-sama muncul dengan gejala sakit perut.
Baca juga: Masih 30-an Tapi Kena Serangan Jantung? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Dr. Sanjay Khanna, Wakil Ketua di Manipal Institute of Gastroenterology, Manipal Hospitals Dwarka, bilang kalau dua kondisi ini sering disalahartikan satu sama lain, apalagi karena bisa menyerang berbagai usia.
Radang usus buntu sendiri adalah kondisi saat usus buntu atau organ kecil di bagian kanan bawah perut mengalami sumbatan. Saat organ ini bermasalah, gejalanya bisa serius dari mulai nyeri perut hebat di sisi kanan bawah, mual, muntah, sampai demam ringan.
Sementara itu, keracunan makanan disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang tercemar kuman. Gejalanya bisa muncul dalam hitungan jam setelah makan, seperti diare, sakit perut yang menyebar, kadang disertai demam ringan, dan biasanya pulih dalam 2–3 hari.
1. Waktu Munculnya Gejala
Keracunan makanan biasanya muncul dalam beberapa jam setelah makan makanan yang terkontaminasi. Sedangkan gejala usus buntu muncul lebih lambat, dimulai dengan rasa nyeri samar di sekitar pusar lalu pindah ke kanan bawah perut dan makin parah dalam beberapa jam.
2. Jenis Nyeri Perut
Nyeri karena keracunan makanan cenderung terasa seperti kram menyebar di seluruh area perut. Sementara radang usus buntu punya ciri khas nyeri yang tajam, terfokus di sisi kanan bawah perut, dan makin sakit kalau ditekan, batuk, atau bergerak.
3. Demam dan Kondisi Tubuh
Kalau keracunan makanan, demam biasanya ringan atau bahkan nggak ada. Tapi kalau usus buntu, demam ringan bisa muncul dan makin tinggi kalau kondisinya parah.
4. Lama Sakitnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustantimes.com