Ilustrasi botol suplemen. (Freepik)
INDOZONE.ID - Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan pola makan tinggi gula, garam, serta lemak, menjaga kesehatan tubuh menjadi tantangan tersendiri. Salah satu nutrisi penting yang sering terlupakan, namun memiliki dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang adalah Omega-3.
Omega-3 bukan hanya untuk ibu hamil atau anak-anak. Setiap orang membutuhkan Omega-3 untuk mendukung fungsi otak, sendi, jantung, hingga kesehatan kulit dan pencernaan.
Omega-3 bukan sekadar nutrisi tambahan, karena ternyata ini pondasi penting dalam gaya hidup sehat yang mendukung keseimbangan mikrobioma usus, fungsi pencernaan, hingga pencegahan penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, stroke, dan diabetes.
Selama ini, banyak orang mengira bahwa menjaga kesehatan usus cukup dengan mengonsumsi probiotik. Padahal, Omega-3 juga berperan penting dalam menjaga sistem pencernaan yang optimal.
Usus yang sehat tidak hanya bertugas mencerna dan menyerap nutrisi. Ia juga memproduksi senyawa anti-inflamasi, dan menjadi rumah bagi triliunan bakteri baik (mikrobioma) yang mendukung sistem imun dan metabolisme tubuh.
Baca juga: 5 Makanan dengan Omega 3 Lebih Tinggi dari Salmon, Apa Saja?
Dijelaskan General Manager Amway Indonesia, M. Rizal Arnex, jenis Omega-3 seperti ALA (alpha-linolenic acid), yang biasanya ditemukan pada sumber nabati seperti biji chia, terbukti mampu meningkatkan keberagaman mikrobioma usus.
“Omega 3 itu pemimpin untuk kesehatan usus, dalam riset terbaru kesehatan usus adalah pondasi, karena dia terkoneksi ke hampir semua fungsi tubuh. Jadi usus kita itu kan dihidupi ratusan triliun bakteria, Nah ternyata, Omega 3 itu kan ada tipe namanya ALA yang tidak ada di jenis Omega 3 lain,” ujar Rizal saat memperkenalkan Nutrilite Triple Omega-3 di Jakarta.
Perkenalan Nutrilite Triple Omega-3 di Jakarta. (Indozone/Dewi)
Ternyata ALA ini bisa meningkatkan diversitas atau keberagaman mikrobioma. Kata Rizal, di dalam usus, semakin beragam mikrobiomanya, semakin sehat orangnya.
Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa atlet dengan mikrobioma usus yang lebih beragam memiliki tingkat recovery lebih cepat dan kapasitas kerja lebih tinggi. Artinya, Omega-3 berperan dalam performa dan kesehatan tubuh, bahkan di luar pencernaan.
Baca juga: Ini Dia 5 Sumber Omega 3 yang Baik selain dari Ikan
Setiap hari, tubuh kita rentan terhadap inflamasi marena pola makan tinggi GGL (gula, garam, lemak), konsumsi makanan olahan, stres dan paparan polusi.
Omega-3 terutama EPA dan DHA dari ikan laut dalambersifat anti-inflamasi alami yang mampu mempercepat pemulihan usus, mengurangi peradangan lambung, bahkan memperbaiki kerusakan jaringan akibat stres oksidatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan