INDOZONE.ID - Gagal jantung sering disebut sebagai silent condition atau penyakit yang diam-diam berkembang tanpa disadari.
Kondisi ini bukan berarti jantung berhenti bekerja, melainkan jantung tidak lagi memompa darah dengan cukup kuat, untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Meski terdengar jarang, nyatanya gagal jantung jauh lebih umum daripada yang banyak orang kira.
Dikutip dari Hindustan Times, Dokter Spesialis Jantung asal Rusia, Dr. Dmitry Yaranov, mengatakan, 1 dari 5 orang berisiko mengalami gagal jantung seumur hidup.
Bahkan, lebih dari 6 juta orang di Amerika Serikat saat ini hidup dengan kondisi tersebut.
Gagal Jantung Sama Seriusnya dengan Beberapa Jenis Kanker
Pada salah satu unggahan di akun Instagram pribadinya, beberapa waktu lalu, Dr. Yaranov menegaskan, banyak orang masih belum menyadari betapa seriusnya penyakit ini.
“Gagal jantung bisa sama berbahayanya dengan beberapa jenis kanker. Tanpa pengobatan yang tepat, 1 dari 2 pasien mungkin tidak bertahan lebih dari lima tahun setelah diagnosis,” ucapnya.
Baca juga: Duduk Terlalu Lama? Hati-hati Reisiko Gagal Jantung!
Namun, ia juga menekankan, dengan perawatan yang benar, konsumsi obat secara teratur, dan perubahan gaya hidup sehat, penderita gagal jantung dapat hidup lebih lama dan berkualitas.
“Kenali tanda-tandanya, ajukan pertanyaan pada dokter, karena masa depan jantung Anda bergantung padanya,” kata Dr. Yaranov.
Apa Itu Gagal Jantung?
Dr. Yaranov menjelaskan, gagal jantung terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah seefektif seharusnya.
“Ini bukan berarti jantung berhenti bekerja, tetapi jantung mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan tubuh akan darah dan oksigen,” ujarnya.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Beberapa tanda umum gagal jantung menurut Dr. Yaranov antara lain:
- Sesak napas saat beraktivitas atau ketika berbaring
- Kelelahan berkepanjangan tanpa sebab jelas
- Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau telapak kaki
- Detak jantung cepat atau tidak teratur
- Batuk atau mengi yang tidak kunjung sembuh
Gejala-gejala ini sering kali diabaikan karena dianggap ringan, atau dikaitkan dengan kondisi lain. Padahal, itu bisa menjadi sinyal awal dari gangguan serius pada jantung.
Siapa yang Berisiko?
Meski dapat menyerang siapa saja, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gagal jantung, di antaranya:
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Penyakit jantung koroner
- Diabetes
- Obesitas
- Kebiasaan merokok
- Konsumsi alkohol berlebihan
Baca juga: 5 Jenis Obat Sehari-hari yang Bisa Merusak Jantung, Waspada!
Langkah Pencegahan
Untuk menurunkan risiko gagal jantung, Dr. Yaranov merekomendasikan langkah-langkah sederhana namun efektif berikut ini:
- Menjaga berat badan ideal
- Berolahraga secara rutin
- Mengonsumsi makanan seimbang rendah garam
- Menghindari rokok dan membatasi alkohol
- Mengelola stres dengan baik
Pola hidup sehat terbukti tidak hanya mencegah gagal jantung, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Kapan Harus ke Dokter?
Dr. Yaranov menegaskan, pentingnya mengenali gejala sejak dini. Jika seseorang mengalami kelelahan tanpa sebab, sesak napas, atau pembengkakan pada tubuh, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Deteksi dini bisa membuat perbedaan besar,” tegasnya.
Dengan mengenali gejala, memahami faktor risiko, dan menerapkan gaya hidup sehat, setiap orang bisa melindungi diri dari bahaya tersembunyi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times