INDOZONE.ID - Dalam sejarah, asal-usul yoga dapat ditelusuri hingga India Utara lebih dari 5.000 tahun lalu. Kata yoga pertama kali disebut dalam teks suci kuno bernama Rig Veda, yang memuat catatan awal kemunculan istilah tersebut. Secara etimologis, yoga berasal dari bahasa Sanskerta yuj, yang berarti “menyatukan” atau “persatuan.” Berakar pada filsafat India, yoga merupakan praktik spiritual kuno yang kini berkembang menjadi sarana untuk meningkatkan kesehatan mental dan fisik.
Dalam praktik modern, yoga umumnya berfokus pada postur tubuh (asana), teknik pernapasan (pranayama), serta meditasi. Sementara itu, yoga klasik juga mencakup elemen lain seperti dhyana (kontemplasi). Yoga memiliki berbagai bentuk, mulai dari gerakan ringan hingga tingkat lanjut. Perbedaan jenis yoga ini sering kali membuat hasil penelitian tentang manfaat kesehatannya bervariasi.
Beberapa orang menyebut yoga, tai chi, dan qigong sebagai “aktivitas gerakan meditasi,” karena ketiganya mengandung unsur fisik sekaligus kontemplatif.
Secara umum, yoga adalah kumpulan disiplin yang melibatkan latihan fisik, mental, dan spiritual untuk mencapai keseimbangan tubuh dan pikiran. Tujuannya adalah menenangkan batin serta mengenali kesadaran diri yang tidak terpengaruh oleh rasa sakit maupun kekhawatiran sehari-hari.
Baca juga: Jangan Remehkan Aktivitas Yoga! Inilah 10 Manfaat Yoga bagi Kesehatan Fisik dan Mental!
Filosofi Yoga
Konsep utama yoga adalah penyatuan pikiran, tubuh, dan jiwa. Terdapat enam cabang yoga, masing-masing dengan penekanan dan tujuan berbeda:
- Hatha Yoga – Menekankan latihan fisik dan mental untuk melatih tubuh serta pikiran.
- Raja Yoga – Fokus pada meditasi dan disiplin diri melalui delapan tahapan spiritual.
- Karma Yoga – Jalur pelayanan tanpa pamrih untuk membangun masa depan yang positif.
- Bhakti Yoga – Jalan pengabdian dan cinta kasih, menumbuhkan toleransi dan penerimaan.
- Jnana Yoga – Jalur kebijaksanaan dan pengetahuan, berfokus pada pencarian kebenaran melalui pemahaman.
- Tantra Yoga – Menggabungkan ritual dan hubungan spiritual untuk penyempurnaan diri.
Chakra dan Energi Tubuh
Dalam tradisi yoga, chakra berarti “roda yang berputar.” Chakra dipercaya sebagai pusat energi yang memengaruhi emosi, pikiran, dan kesehatan fisik seseorang. Ketidakseimbangan pada chakra dapat memicu gangguan seperti kecemasan, kelesuan, hingga gangguan pencernaan.
Yoga Hatha menggunakan berbagai asana untuk menyeimbangkan dan mengaktifkan chakra.
Ada tujuh chakra utama, masing-masing memiliki fungsi dan lokasi berbeda:
- Sahasrara (Mahkota) – Di ubun-ubun kepala, melambangkan hubungan spiritual.
- Ajna (Mata Ketiga) – Di antara alis, berkaitan dengan intuisi.
- Vishuddha (Tenggorokan) – Mengatur komunikasi dan sistem kekebalan.
- Anahata (Jantung) – Mempengaruhi hubungan emosional dan sirkulasi oksigen.
- Manipura (Solar Plexus) – Di perut, berkaitan dengan kepercayaan diri dan disiplin.
- Svadhishthana (Sakral) – Di bawah pusar, mengatur vitalitas dan kesejahteraan.
- Muladhara (Akar) – Di dasar tulang belakang, menjaga kestabilan dan rasa aman.
Manfaat Yoga bagi Kesehatan
Menurut Dr. Natalie Nevins, DO, seorang dokter keluarga osteopati sekaligus instruktur Kundalini Yoga,
“Tujuan yoga adalah membangun kekuatan, kesadaran, dan harmoni antara pikiran dan tubuh.”
Yoga membantu meningkatkan kesejahteraan fisik maupun emosional. Pendekatan ini serupa dengan prinsip osteopati yang menekankan kemampuan alami tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri.
Manfaat Fisik:
- Meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot.
- Memperbaiki pernapasan, energi, dan vitalitas.
- Menjaga kesehatan jantung dan metabolisme.
- Menurunkan berat badan dan meningkatkan kinerja atletik.
- Mengurangi nyeri kronis seperti sakit punggung, migrain, dan radang sendi.
- Membantu berhenti merokok dan mengelola gejala menopause.
- Meningkatkan kualitas tidur dan sistem kekebalan tubuh.
Manfaat Mental:
Salah satu keunggulan terbesar yoga adalah kemampuannya menurunkan stres. Kombinasi pernapasan dan meditasi membantu menenangkan pikiran, memperbaiki konsentrasi, serta meningkatkan kesadaran diri. Menurut Dr. Nevins, stres sering memicu berbagai masalah fisik, seperti nyeri otot, insomnia, hingga kesulitan fokus. Dengan latihan rutin, yoga membantu menciptakan pandangan hidup yang lebih positif dan seimbang.
Baca juga: 5 Manfaat Yoga untuk Meningkatkan Fleksibilitas Tubuh dan Mendapatkan Pikiran Tenang
Yoga untuk Pemula
Yoga dapat dilakukan oleh siapa pun, tanpa memandang usia, bentuk tubuh, atau tingkat kebugaran.
Dr. Nevins menegaskan,
“Ada adaptasi untuk setiap gerakan yoga. Baik pemula maupun atlet profesional dapat menyesuaikan latihan sesuai kemampuan.”
Kuncinya adalah mendorong diri keluar dari zona nyaman, sekaligus membangun hubungan yang lebih dalam antara tubuh dan jiwa.
Sebelum memulai, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli atau instruktur profesional guna memastikan latihan dilakukan dengan aman dan sesuai kebutuhan tubuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today