Ilustrasi yoga (freepik/prostooleh)
INDOZONE.ID - Berhubung istilah “yoga” berasal dari bahasa Sanskerta Kuno yang merupakan bahasa kuno di Asia Selatan, maka sejarah munculnya olahraga ini berakar dari kebudayaan India Kuno. Olahraga ini pertama kali diperkenalkan oleh Maharsi Patanjali, seorang tokoh legendaris asal India yang hidup sekitar tahun 200–500 SM. Ia mengartikan bahwa olahraga ini merupakan penghentian gerak pikiran, dan ajarannya menjadi tradisi meditasi serta ritual di kalangan umat Hindu.
Berakar dari filosofi India, yoga dimulai sebagai praktik spiritual kuno dan kini telah berkembang menjadi bentuk olahraga pereda stres yang bermanfaat bagi kesejahteraan mental dan fisik. Bentuk yoga modern berpusat pada praktik kontemplatif dan disiplin diri, termasuk postur fisik (asana), teknik pernapasan (pranayama), dan meditasi (dyana) yang semuanya dapat dipraktikkan dengan berbagai cara.
Baca juga: Sederhana tapi Efektif, 8 Manfaat Pose Yoga Angkat Kaki ke Dinding untuk Tubuh yang Lebih Sehat
Karena ada begitu banyak gaya yoga yang berbeda, mulai dari olahraga ringan hingga yang lebih menekankan aspek fisik, bukti dari sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berlatih yoga secara teratur dapat meningkatkan daya tahan, kelenturan, ketenangan, dan kesejahteraan mental.
Yoga memiliki banyak dimensi, dan setiap orang dapat mendekatinya dari berbagai perspektif, seperti latihan fisik, praktik meditasi, atau perjalanan spiritual. Penting untuk dicatat, sebelum memulai program yoga terutama bagi mereka dengan kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan atau instruktur yoga agar aman dan mendapatkan manfaat optimal.
Penelitian terbatas menunjukkan bahwa berlatih yoga secara teratur dapat meningkatkan fleksibilitas pada anak muda hingga orang dewasa berusia 65 tahun ke atas. Meski demikian, diperlukan studi lebih lanjut dengan skala lebih besar untuk memastikan manfaat ini.
Beberapa jenis yoga diyakini mampu menurunkan tingkat stres. Sebuah penelitian terhadap 52 wanita mengungkapkan bahwa yoga berperan penting dalam mengurangi kecemasan dan depresi. Namun, penelitian ini belum mencakup laki-laki, sehingga efeknya pada kedua jenis kelamin belum dieksplorasi.
Penelitian terhadap 173 orang dewasa di Tiongkok menunjukkan bahwa hatha yoga memiliki efek positif pada daya tahan kardiorespirasi, kekuatan dan daya tahan otot, serta fleksibilitas. Yoga juga terbukti meningkatkan kapasitas fungsional dan kualitas hidup pada pasien kanker payudara, serta meningkatkan keseimbangan dan kekuatan pada lansia maupun anak-anak.
Baik hatha yoga maupun yoga nidra menunjukkan hasil menjanjikan dalam mengurangi gejala kecemasan, gangguan yang dialami sekitar satu dari sepuluh orang di Inggris.
Tinjauan terhadap 23 intervensi yoga menunjukkan bahwa yoga bisa efektif dalam mengurangi depresi. Hal ini mungkin karena yoga menurunkan kadar kortisol, hormon stres yang berkorelasi dengan tingkat keparahan depresi. Studi lain juga menemukan bahwa kursus hatha yoga selama delapan minggu menghasilkan penurunan signifikan pada gejala depresi.
Ilustrasi yoga day (freepik/prostooleh)
Beberapa kondisi kesehatan yang dilaporkan mendapat manfaat dari yoga antara lain:
Yoga diduga memperkuat kekebalan seluler karena kemampuannya melawan peradangan. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini.
Latihan yoga yang rutin dan jangka panjang terbukti dapat membantu mengatasi gangguan tidur, terutama pada orang lanjut usia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Evergreen Life