Minggu, 02 NOVEMBER 2025 • 20:23 WIB

Anemia Jadi Silent Killer di Kalangan Anak Muda, dr. Tiwi: Bisa Pengaruhi Kecerdasan!

Author

Sesi IdeaTalks “Fueling the Future: Fighting Iron Deficiency Anemia, Empowering the Next Generation” di acara IdeaFest 2025 Jakarta

INDOZONE.ID – Anak muda Indonesia ternyata masih banyak yang belum sadar kalau tubuh lemas dan gampang capek bisa jadi tanda anemia defisiensi besi alias kekurangan zat besi. Padahal, kondisi ini nggak cuma bikin fisik drop, tapi juga bisa menurunkan konsentrasi, daya pikir, bahkan prestasi belajar.

Masalah ini juga dibahas dalam sesi IdeaTalks “Fueling the Future: Fighting Iron Deficiency Anemia, Empowering the Next Generation” di acara IdeaFest 2025 yang digelar pada 31 Oktober–2 November di Jakarta International Convention Center (JICC). Sesi ini jadi ajang ngobrol bareng komunitas muda kreatif soal pentingnya menjaga asupan zat besi buat masa depan generasi Indonesia yang lebih sehat dan cerdas.

Anemia Bisa Ganggu Masa Depan Anak

Dalam sesi tersebut, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS atau dr. Tiwi, menegaskan bahwa defisiensi zat besi sering diabaikan karena gejalanya nggak selalu terlihat jelas.

“Masih banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa defisiensi zat besi merupakan silent condition yang bisa berdampak besar pada performa dan masa depan anak,” jelas dr. Tiwi dalam sesi talkshow.

Baca juga: Gen Alpha Wajib Tahu! 6 Cara Minum Tablet Tambah Darah yang Tepat untuk Cegah Anemia


Ia mengungkapkan, Indonesia menempati posisi ke-4 dengan prevalensi anemia tertinggi di Asia Tenggara, di mana 1 dari 3 anak dan perempuan usia produktif mengalami kekurangan zat besi.

“Bahkan survei menunjukkan 50% Bunda tidak tahu bahwa kekurangan zat besi bisa memengaruhi kepintaran anak. Kalau tidak ditangani sejak dini, bisa berdampak pada gangguan kognitif dan kemampuan belajar,” tambahnya.
 

Anemia Bisa Menurunkan Fokus dan Mood

Secara ilmiah, zat besi adalah nutrisi penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu bagian dari sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kalau kekurangan zat besi, otak bakal kekurangan pasokan oksigen, yang bikin seseorang gampang capek, sulit fokus, dan bahkan bisa mengalami gangguan mood seperti cemas atau depresi.

Efek jangka panjangnya, anak muda bisa kehilangan ketangkasan berpikir dan produktivitas kerja menurun.

Tips Cegah Anemia


Untuk mencegah defisiensi zat besi, dr. Tiwi menyarankan anak muda mulai peduli pada makanan yang mereka konsumsi setiap hari.

“Agar asupan zat besi terpenuhi dengan optimal, pastikan makan gizi seimbang yang kaya zat besi dari protein hewani seperti daging merah, hati ayam, telur, dan ikan. Sumber nabati seperti bayam dan kacang-kacangan juga penting,” jelasnya.

Ia juga menyarankan untuk melengkapi dengan makanan atau minuman yang sudah difortifikasi zat besi dan vitamin C, karena kombinasi ini bisa membantu penyerapan zat besi hingga dua kali lipat.

Baca juga: Anemia Tak Kunjung Membaik Waspadai Munculnya Tanda Penyakit Multiple Myeloma


Shakira Amirah: Tubuh Sehat Bikin Aku Bisa Fokus dan Berprestasi

Salah satu sosok muda inspiratif, Shakira Amirah, juara Clash of Champion 2024 dan mahasiswi kedokteran Universitas Indonesia, berbagi pengalamannya soal pentingnya menjaga pola makan sejak kecil.

“Semua prestasi bisa diraih kalau tubuh sehat. Saat ikut kompetisi COC 2024, aku harus jaga stamina dan fokus. Untungnya sejak kecil aku sudah terbiasa makan makanan bergizi tinggi zat besi dan vitamin C biar tetap fit,” ujar Shakira.


Ia menambahkan, kebiasaan makan sehat itu membantunya tetap fokus belajar, nggak gampang lelah, dan bisa tampil maksimal di berbagai ajang kompetisi.

Reminder untuk Anak Muda Cegah Anemia

Dalam kesempatan yang sama, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, selaku Medical Science Director Sarihusada, menegaskan bahwa isu kekurangan zat besi harus ditangani serius, terutama di kalangan muda.

“Kami memahami bahwa defisiensi zat besi adalah masalah nyata yang bisa menghambat potensi generasi muda Indonesia. Karena itu, kami berkomitmen untuk mendukung penanganan dan pencegahan anemia melalui inovasi produk bergizi,” kata dr. Ray.

Dengan gaya hidup aktif dan serba cepat, dr Ray mengingatkan anak muda zaman agar makin aware dengan kesehatan diri sendiri. Jadi, jangan  tunggu lemas dulu baru sadar pentingnya zat besi, ya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU