Ilustrasi obat tambah darah. (Freepik)
INDOZONE.ID - Seorang remaja butuh mengonsumsi tablet tambah darah untuk mencegah risiko kekurangan zat besi. Tapi masih banyak dari mereka yang salah kaprah saat mengonsumsi obat ini.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membagikan enam cara untuk meminum Tablet Tambah Darah (TTD) yang benar bagi usia remaja yang mengalami anemia defisiensi besi (ADB).
"Banyak sekali cara meminum obatnya, tapi ini (di lapangan) tidak tepat, kami berharap tidak terjadi ADB, tapi tetap terjadi ADB," kata Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Hematologi Onkologi IDAI Prof. Dr. dr. Harapan Parlindungan Ringoringo, Sp.A, Subsp.H.Onk (K) dikutip ANTARA.
Ringo menyampaikan bahwa usia remaja merupakan fase di mana seorang anak mengalami perubahan alami yang sangat cepat. Contohnya, pertambahan tinggi, perkembangan seks sekunder, perkembangan organ reproduksi hingga perubahan psikososial.
Baca juga: Mahasiswa Unhas Edukasi Remaja Putri Bulukumba, Perangi Anemia Demi Cegah Stunting
Hal tersebut mendorong anak memerlukan asupan zat besi yang lebih banyak dari usia anak-anak. Remaja yang mengalami anemia, akan mengalami gejala 5L yang terdiri atas lelah, letih, lemah, lesu dan lalai.
Biasanya remaja akan merasa sakit kepala dan pusing, mata berkunang-kunang, mudah mengantuk dan sulit berkonsentrasi. Sehingga dikhawatirkan akan menurunkan fungsi kognitif, perilaku, gangguan pertumbuhan, penurunan status imun dan tidak maksimalnya kemampuan fisik saat berkegiatan sehari-hari.
Berikut ini adalah sederet tips minum tablet tambah darah buat gen alpha hingga gen z yang harus mulai dibiasakan. Yuk simak!
Ringo menyampaikan cara meminum yang benar dimulai dari meminum tablet tambah darah secara rutin satu tablet setiap minggu. Langkah ini sudah mulai dijalankan oleh pemerintah melalui program yang menyasar setiap remaja putri yang duduk di bangku SMP dan SMA.
Cara kedua yakni dengan meminum satu tablet setiap hari terhitung sejak datangnya haid hingga berhenti. Misalnya, jika haid berlangsung selama 4 hari, maka yang wanita tersebut membutuhkan 4 tablet.
"Begitu seterusnya, kalau seminggu haidnya, kita beri 7 tablet tambah darah," ujar Ringo.
Langkah berikutnya yang dapat dicoba supaya tablet dapat bekerja dengan baik yakni dengan meminum tablet tambah darah dua jam sebelum atau sesudah makan. Ia menilai bahwa waktu terbaik untuk mengonsumsinya yakni sebelum makan.
Baca juga: Anemia Masih Jadi Tantangan, Pemenuhan Gizi Anak Kunci Menuju Generasi Emas 2045
Ringo mengingatkan bahwa konsumsi tablet tambah darah tidak dianjurkan untuk diminum bersama susu, kopi, teh atau obat maag secara bersamaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA