INDOZONE.ID - Punya gigi alami yang lengkap, ternyata gak cuma berpengaruh pada estetika dan kemampuan mengunyah, tapi juga berpotensi tingkatkan peluang bertahan hidup bagi pasien kanker kepala dan leher.
Dikutip dari Medical Daily, temuan ini diungkap dalam suatu penelitian yang dipublikasikan di Journal of the National Cancer Institute.
Menurut penelitian itu, kanker kepala dan leher mencakup jenis kanker yang berkembang di area sinus, laring, mulut, belakang hidung, serta kelenjar ludah.
Di Amerika Serikat, penyakit ini menyumbang sekitar 4 persen dari seluruh kasus kanker. Pada 2023, diperkirakan 66.920 orang terdiagnosis, dan sekitar 15.400 meninggal akibat penyakit tersebut.
Hubungan Kesehatan Mulut dan Peluang Bertahan Hidup
Studi terbaru yang melibatkan 2.449 pasien karsinoma sel skuamosa kepala dan leher ini menemukan, kesehatan mulut sebelum diagnosis berperan besar terhadap angka kelangsungan hidup.
Faktor yang dinilai meliputi jumlah gigi alami, riwayat penyakit gusi, kebiasaan menyikat gigi, penggunaan obat kumur, serta kunjungan ke dokter gigi selama 10 tahun terakhir.
Baca juga: 10 Cara Simpel Biar Gigi Tetap Sehat dan Bersih
Hasilnya menunjukkan, pasien yang masih punya gigi alami dalam jumlah banyak, dan rutin melakukan pemeriksaan gigi, memiliki peluang bertahan hidup lebih tinggi.
Sebaliknya, kehilangan seluruh gigi alami, dikaitkan dengan penurunan 15 persen peluang bertahan hidup dalam lima tahun.
“Mereka yang tidak memiliki gigi alami menunjukkan tingkat kelangsungan hidup lima tahun lebih rendah dibandingkan pasien yang memiliki lebih dari 20 gigi alami,” tulis peneliti dalam rilisnya.
Frekuensi Pemeriksaan Gigi Berpengaruh
Analisis juga mencatat, peserta yang melakukan lebih dari lima kali pemeriksaan gigi dalam satu dekade, punya tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik pada tahun kelima dan kesepuluh, dibandingkan mereka yang tidak pernah periksa.
Menariknya, kebiasaan menyikat gigi dan penggunaan obat kumur, tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap angka harapan hidup.
Implikasi untuk Pedoman Kesehatan
Penulis Korespondensi Studi, Antonio L. Amelio, berharap, temuan ini dapat dijadikan bagian dari pedoman pencegahan, dan penanganan kanker kepala dan leher.
“Penilaian kesehatan mulut seharusnya menjadi hal yang rutin dilakukan, dalam upaya pencegahan maupun penanganan karsinoma sel skuamosa kepala dan leher,” imbuh Amelio.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily