Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 10:20 WIB

4 Bahaya Genangan Air Hujan yang Harus Kamu Waspadai, Jangan Disepelekan!

Author

Ilustrasi anak kecil bermain di genangan air. (freepik)

INDOZONE.ID - Musim hujan sering meninggalkan genangan air di berbagai tempat. Mulai dari halaman rumah hingga sudut jalan. 

Banyak orang mengira, genangan tersebut tidak berbahaya. Padahal, bahaya genangan air hujan bisa memicu berbagai penyakit. 

Jika tidak waspada, kontak langsung dengan air yang tercemar dapat meningkatkan risiko kesehatan. Berikut di antaranya.

4 Bahaya Genangan Air Pasca Hujan

Ilustrasi genangan air setelah hujan. (freepik)

1. Akan Mengalami Leptospirosis dari Air yang Tercemar Urine Hewan

Salah satu penyakit akibat genangan air yang paling sering terjadi adalah leptospirosis. Bakteri Leptospira berasal dari urine tikus atau hewan liar lainnya, yang terbawa aliran air lalu mengumpul di area tergenang. 

Bakteri ini bisa hidup berhari-hari, dan mudah masuk ke tubuh melalui luka kecil di kulit.

Kasus leptospirosis umumnya meningkat ketika terjadi bahaya genangan air usai hujan, terutama di daerah perkotaan dengan sistem drainase buruk. 

Gejalanya mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan ginjal. Karena itu, menghindari genangan air kotor menjadi langkah pencegahan yang sangat penting.

Baca juga: Dampak Air Hujan Disebut Mengandung Mikroplastik, Ini Kata Dokter Ayman Alatas

2. Sarang Nyamuk yang Menyebabkan Penularan Penyakit

Air yang tidak mengalir adalah tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak. Nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus demam berdarah, hanya membutuhkan sedikit air untuk bertelur. 

Dalam hitungan hari, larva bisa berubah menjadi nyamuk dewasa dan meningkatkan risiko kesehatan dari genangan air, terutama pada musim penghujan.

Setelah hujan turun, kondisi lembap membuat nyamuk lebih aktif. Membersihkan dan mengeringkan genangan air sesegera mungkin dapat membantu memutus siklus berkembang biaknya nyamuk.

Baca juga: Waduh! Air Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Kenapa Fenomena Ini Bisa Terjadi?

3. Infeksi Kulit akibat Paparan Bakteri Lingkungan

Genangan air hujan sering bercampur dengan sampah, kotoran, dan bakteri dari berbagai sumber. Ketika kulit bersentuhan dengan air seperti ini terlebih jika ada luka kecil yang tidak disadari, maka risiko infeksi kulit meningkat.

Bakteri seperti Staphylococcus atau Pseudomonas dapat hidup di air yang tidak bergerak.

Infeksi kulit umumnya ditandai dengan kemerahan, gatal, atau rasa perih. Jika dibiarkan, infeksi bisa berkembang menjadi lebih serius.

Kebersihan kulit sangat penting setelah terpapar genangan air, terutama pada kaki yang paling sering terkena cipratan.

4. Penyakit Pencernaan akibat Kontaminasi Limbah

Genangan air yang berada dekat selokan atau area padat penduduk sangat rentan terkontaminasi bakteri penyebab gangguan pencernaan seperti E.coli dan Salmonella.

Percikan air atau tangan yang tidak sengaja menyentuh genangan lalu menyentuh makanan dapat menimbulkan penyakit akibat genangan air jenis lain, seperti diare dan muntah.

Gejala gangguan pencernaan biasanya muncul dengan cepat setelah infeksi. Anak-anak dan lansia adalah kelompok yang paling rentan mengalami dehidrasi.

Untuk mencegahnya, selalu cuci tangan sebelum makan dan hindari kontak dengan genangan air yang tidak jelas kebersihannya.

Bahaya genangan air hujan bukan hal yang boleh diremehkan. Mulai dari leptospirosis, sarang nyamuk, infeksi kulit, hingga penyakit pencernaan, semua bisa muncul dari bahaya genangan air usai hujan jika kamu tidak berhati-hati, waspada ya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Timesofindia.indiatimes.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU