INDOZONE.ID - Chlamydia merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering terjadi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Infeksi ini umumnya tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak kasus tidak terdeteksi.
Jika tidak ditangani, chlamydia dapat memengaruhi kesuburan. Meski demikian, penanganan yang baik dan efektif telah tersedia.
Gejala Chlamydia
Dikutip dari Medical News Today, sebagian besar penderita chlamydia tidak mengalami gejala. Waktu kemunculan gejala juga tidak pasti, namun dapat berlangsung beberapa minggu setelah terpapar.
a. Gejala Pada perempuan
Gejala yang mungkin muncul antara lain:
- Keputihan dari leher rahim
- Perdarahan, terutama setelah berhubungan seksual
- Buang air kecil yang sering atau terasa nyeri
Jika infeksi menyebar ke rahim dan tuba falopi, dapat terjadi penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease/PID) yang dapat memengaruhi kesuburan.
Baca juga: Infeksi Menular Seksual pada Remaja: Apa yang Perlu Kamu Ketahui
b. Gejala Pada laki-laki
Gejala yang dapat muncul mencakup:
- Keluarnya cairan dari penis
- Sensasi panas atau nyeri saat buang air kecil
- Nyeri atau pembengkakan pada satu atau kedua testis
c. Gejala Pada laki-laki dan perempuan
Infeksi juga dapat terjadi pada rektum akibat hubungan seksual anal, atau penyebaran bakteri dari organ reproduksi. Gejalanya meliputi:
- Nyeri di sekitar anus
- Keluar cairan
- Perdarahan
Kontak dengan cairan terinfeksi juga dapat menyebabkan konjungtivitis akibat chlamydia.
Pengobatan Chlamydia
Siapa pun yang memiliki atau mencurigai infeksi chlamydia, perlu segera mendapatkan pengobatan. Hal itu untuk mencegah komplikasi jangka panjang, seperti infertilitas dan kehamilan ektopik.
Dokter umumnya meresepkan antibiotik, yang biasanya dalam bentuk tablet. Adapun jenis antibiotik yang sering digunakan yaitu:
- Azithromycin: dosis tunggal 1 gram
- Doxycycline: 100 mg diminum dua kali sehari selama 7 hari
- Amoxicillin: 500 mg diminum tiga kali sehari selama 7 hari (umumnya untuk kondisi khusus)
Efek samping antibiotik yang mungkin terjadi mencakup:
- Diare
- Nyeri perut
- Mual
- Infeksi jamur pada vagina
Penelitian menunjukkan, antibiotik mampu menyembuhkan chlamydia sekitar 95 persen kasus, asalkan obat dikonsumsi sesuai petunjuk dan sampai tuntas.
Aspek penting lain dalam terapi
- CDC menganjurkan, untuk tidak melakukan hubungan seksual selama 7 hari setelah pengobatan tunggal, atau hingga seluruh dosis selesai.
- Pasangan seksual dalam 60 hari terakhir harus diberi tahu, agar dapat menjalani pemeriksaan dan pengobatan.
- Risiko kambuh atau penularan dapat terjadi jika pasangan tidak ikut diobati.
- Dokter mungkin memberikan terapi untuk gonore, karena kedua infeksi ini sering terjadi bersamaan.
Diagnosis Chlamydia
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan memeriksa adanya gejala fisik seperti keluarnya cairan. Pemeriksaan laboratorium dilakukan melalui:
- Sampel urine, atau
- Usapan (swab) dari penis, serviks, uretra, tenggorokan, atau rektum
Pemeriksaan Penyaring (Screening)
Karena sering tidak bergejala, chlamydia memerlukan pemeriksaan rutin pada kelompok berisiko.
Rekomendasi USPSTF:
- Perempuan aktif secara seksual berusia ≤24 tahun
- Perempuan ≥25 tahun dengan risiko tinggi, misalnya memiliki pasangan baru, lebih dari satu pasangan, atau riwayat IMS
- Termasuk perempuan hamil
Rekomendasi CDC:
- Perempuan aktif seksual <25 tahun atau ≥25 tahun dengan risiko tinggi
- Laki-laki dalam kelompok risiko tertentu
- Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki
- Individu dengan HIV yang aktif secara seksual
Pada individu transgender atau beragam gender, rekomendasi disesuaikan dengan anatomi tubuh.
Baca juga: Pagi atau Malam Hari, Kapan Waktu Terbaik Untuk Melakukan Hubungan Seksual?
Cara Penularan Chlamydia
Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penularan dapat terjadi melalui:
- Hubungan seksual oral, anal, atau vaginal tanpa pelindung
- Kontak genital
- Berbagi sex toys yang tidak dibersihkan
- Penularan dari ibu kepada bayi saat persalinan
Chlamydia tidak menular melalui:
- Toilet
- Sauna
- Kolam renang
- Sentuhan biasa atau berada dalam ruangan yang sama
- Batuk atau bersin
Pencegahan Chlamydia
Langkah pencegahan meliputi:
- Menggunakan kondom atau pelindung lain secara konsisten
- Membatasi jumlah pasangan seksual
- Menjalin hubungan monogami yang saling setia
- Melakukan pemeriksaan rutin
- Menghindari hubungan seksual, sampai pasangan selesai menjalani seluruh pengobatan
Komplikasi Chlamydia
Diagnosis dini dan pengobatan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti:
- Penyakit radang panggul (PID)
- Komplikasi kehamilan
- Epididimitis pada laki-laki
- Arthritis reaktif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today