INDOZONE.ID - Siapa sih yang nggak suka punya kuku cantik? Dari warna pastel sampai glitter hologram, nail art memang bikin tangan terlihat estetik banget, pas untuk dipajang di Instagram. Tapi, kalau kamu sudah mulai rutin manicure, gel, atau acrylic tiap minggu, hati-hati ini bukan cuma soal gaya. Terlalu sering melakukan nail art bisa berdampak buruk bagi kesehatan kuku, bahkan kulit di sekitar kuku. Yuk, kenalan dulu sama sisi gelapnya sebelum kukumu “protes”.
Kenapa Nail Art Bisa Bawa Risiko?
Menurut Harvard Health Publishing, cat kuku sendiri sebenarnya nggak langsung merusak kuku. Tapi, kalau kamu terus-terusan pakai nail polish tanpa jeda selama berminggu-minggu, kuku bisa jadi kering, muncul noda putih (keratin granulations), dan akhirnya rapuh.
Masalahnya makin besar kalau nail art sering diganti, diwarnai terus-menerus, atau memakai gel dan acrylic. Banyak cat kuku konvensional atau semi-permanen mengandung bahan kimia seperti formaldehida, toluena, atau DBP, yang bisa membuat kuku kehilangan kelembapan alami, dehidrasi, dan gampang retak atau terkelupas.
Selain itu, kalau kamu sering memakai remover berbasis aseton atau teknik pengikisan seperti scraping atau buffing untuk melepas cat kuku lama, ini bisa memperparah kerusakan. Lapisan kuku jadi menipis atau bahkan rusak, dan biasanya butuh waktu lama untuk pulih.
Baca juga: Tips Merawat Kesehatan dan Kecantikan Kuku, Hindari Pakai Pernak-pernik Berlebihan!
Dampak Jangka Panjang Nail Art yang Terlalu Sering
Kalau kamu kebiasaan manicure terus-menerus, ini beberapa akibat yang bisa muncul dalam jangka panjang:
Kuku jadi rapuh, mudah retak atau terkelupas
Kuku bisa kehilangan kelembapan alaminya karena sering memakai cat kuku dan remover yang keras. Lama-lama, kuku jadi gampang pecah, belah, atau terkelupas. Dalam istilah medis, kondisi kuku rapuh ini disebut onychorrhexis, yaitu saat kuku mudah patah atau muncul retakan.
Perubahan warna menjadi kuku kuning, kusam, atau belang
Cat kuku dengan warna gelap atau pigmen tinggi bisa membuat kuku alami berubah warna seiring waktu. Banyak orang yang sering memakai nail polish lama-kelamaan melihat kukunya jadi kuning atau kecokelatan.
Risiko infeksi jamur atau bakteri
Lapisan polish dan celah kecil saat melepas cat kuku bisa menjadi tempat berkembangnya jamur atau bakteri. Kutikula atau kulit di sekitar kuku yang sering dipaksa saat manicure kadang ikut rusak, sehingga meningkatkan risiko infeksi.
Potensi paparan sinar UV (khusus gel/acrylic)
Kalau kamu sering memakai gel polish atau acrylic yang dikeringkan memakai lampu UV atau LED, ada risiko terpapar sinar UV berulang. Menurut Harvard Health, proses pengeringan gel polish bisa memberi stres pada kuku, dan kalau dilakukan terus-menerus juga bisa berdampak buruk bagi kulit di sekitar kuku.
Sulit mendeteksi masalah kesehatan
Menutup kuku terus-menerus dengan nail polish membuat kamu nggak bisa melihat perubahan alami kuku. Misalnya, kuku yang pucat bisa jadi tanda anemia, kuku kuning bisa mengindikasikan masalah liver, atau perubahan tekstur kuku bisa menandakan masalah kesehatan lain. Terlalu sering menutupi kuku bisa membuat sinyal penting dari tubuh ini jadi tersembunyi.
Baca juga: Cara Merawat Kuku Palsu dan Nail Art untuk Menghindari Cantengan
Trik Aman Kalau Kamu Masih Mau Tetap Tampil Stylish
Tenang, bukan berarti kamu harus stop total nail art. Tapi ada cara supaya kuku tetap sehat meskipun kamu suka manicure:
- Beri jeda antara manicure, misalnya 2–4 minggu sekali, atau sesekali biarkan kuku “bernapas”. Ini membantu kuku kembali menyerap kelembapan dan memperbaiki struktur.
- Gunakan base coat dan top coat berkualitas agar melindungi lapisan kuku dari kontak langsung dengan warna/pigmen/kimia.
- Pilih remover non-aseton dan gunakan pelembap kuku/kutikula agar kuku dan kulit di sekitarnya nggak terlalu kering.
- Hindari pengikisan kasar/buffing berlebihan saat melepas polish, karena bisa merusak lapisan kuku.
- Jangan terus-menerus memakai gel atau acrylic; cukup untuk momen spesial, bukan tiap minggu.
- Perhatikan kebersihan salon dan alat manicure untuk mengurangi risiko infeksi.
Nail Art Boleh, Tapi Jangan Sampai Korbankan Kesehatan
Nail art memang seru banget buat nunjukin gaya dan tampil kece. Tapi kalau sampai “kecanduan” dan sering manicure, pakai gel, cat kuku, atau ganti warna terus-menerus tanpa jeda, risiko kuku jadi rusak, rapuh, berubah warna, bahkan terkena infeksi nggak bisa dihindari.
Jadi, balik lagi ke kamu: mana yang lebih penting, kuku cantik atau kuku sehat? Kalau pengen tetap stylish tapi kuku juga aman, coba atur frekuensinya, rawat dengan baik, dan kasih “napas” buat kukumu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Indiatimes.com, Nailicy.com