INDOZONE.ID - Pernah dengar legenda “kalau nggak ada kembar di keluarga, nggak mungkin punya anak kembar”? Eits, ternyata nggak selalu begitu. Fakta medis menunjukkan bahwa kamu bisa saja punya anak kembar meskipun kamu atau pasangan tidak memiliki riwayat kembar dalam keluarga. Yuk, kita bongkar mitos dan pahami kenapa bisa begitu.
Dua Jenis Kembar: Identik vs Non-Identik
Pertama-tama, kita harus paham dulu dua tipe kembar:
- Monozygotic twins (kembar identik): terjadi bila satu telur dibuahi satu sperma lalu membelah menjadi dua embrio. Karena berasal dari sel yang sama, kembar identik punya DNA sama persis.
- Dizygotic twins (kembar fraternal/non-identik): terjadi saat dua telur berbeda dibuahi dua sperma berbeda dalam satu siklus ovulasi. Hasilnya, dua janin dengan DNA berbeda, bisa beda jenis kelamin, dan tidak lebih mirip dari saudara kandung pada umumnya.
Nah, perbedaan ini penting banget karena pengaruh “keturunan” berbeda, tergantung jenis kembarnya.
Baca juga: Cara Alami Membuat Anak Kembar bagi Suami dan Istri Tanpa Riwayat Keturunan Kembar
Apakah Gen Kembar Selalu Diturunkan?
Kalau ngomongin kembar identik, biasanya sih ini terjadi secara acak. Jadi, nggak ada hubungannya dengan genetika atau riwayat keluarga. Artinya, meski keluargamu nggak pernah punya kembar, tetap ada kemungkinan alami untuk punya anak kembar identik.
Nah, kalau kembar fraternal (bukan identik), genetika bisa ikut berperan. Ini terkait kemampuan ibu melepaskan lebih dari satu telur dalam satu siklus, yang disebut “hyperovulation.” Jadi, kalau di keluargamu ada wanita yang punya kembar fraternal, kemungkinan kamu juga mewarisi kemampuan ini, dan peluang punya anak kembar bisa lebih tinggi. Namun tentu saja, ini bukan jaminan karena banyak faktor lain juga ikut menentukan.
Intinya, nggak punya riwayat kembar di keluarga bukan berarti peluangmu nol. Masih ada kesempatan, kok!
Faktor Lain yang Bisa Bikin Anak Kembar Muncul
Selain soal genetika atau riwayat keluarga, ada beberapa hal lain, baik yang alami maupun terkait lingkungan, yang bisa meningkatkan peluang punya anak kembar, baik fraternal maupun kadang identik. Misalnya:
- Usia ibu: Wanita usia 30-an ke atas kadang memiliki kemungkinan lebih tinggi melepaskan lebih dari satu telur.
- Riwayat kehamilan sebelumnya: Jika sebelumnya sudah pernah hamil, peluang punya anak kembar bisa berbeda.
- Faktor medis atau bantuan fertilitas: Teknologi reproduksi atau program fertilitas juga bisa meningkatkan kemungkinan kehamilan multipel, meskipun bukan cara alami.
Jadi, ada banyak faktor yang bisa memengaruhi. Meski keluarga nggak punya riwayat anak kembar, peluang untuk punya kembar tetap ada.
Kenapa Kemungkinan Kembar Bisa Muncul “Tanpa Sinyal”?
Kadang orang kaget saat tahu punya anak kembar, padahal keluarganya nggak ada yang kembar. Kenapa bisa begitu? Beberapa alasannya:
- Jika anak kembar tersebut adalah kembar identik, biasanya ini murni kebetulan dan tidak terkait gen.
- Bisa juga ada faktor genetik dari garis ibu yang tidak diketahui, misalnya nenek buyut pernah punya kembar tapi sejarahnya tidak tercatat. Gen “hyperovulation” kadang muncul setelah beberapa generasi.
- Faktor lingkungan, gaya hidup, atau sekadar kebetulan alami juga bisa memengaruhi ovulasi dan fertilitas.
Apa Artinya untuk Kita: Harapan dan Realitas
Kalau kamu atau pasangan sedang berharap punya anak kembar, tetap boleh optimis, tapi juga realistis:
- Kembar identik: Kemunculannya biasanya acak, jadi bisa saja “takdir bayi” ini datang meski tidak ada riwayat keluarga.
- Kembar fraternal: Gen dari garis ibu bisa meningkatkan peluang, tapi tidak menjamin 100%. Faktor lain seperti usia, siklus ovulasi, dan kondisi fertilitas juga berperan.
Yang paling penting adalah menjaga kesehatan ibu dan kandungan. Konsultasi ke dokter juga disarankan, karena kehamilan kembar punya risiko dan tantangan tersendiri.
Baca juga: Ingin Punya Anak Kembar? Ketahui Faktor Penentunya Berikut!
Kembar Bukan Hanya Masalah “Keturunan”
Jadi, punya anak kembar memang bisa terjadi meski kamu dan pasangan nggak punya riwayat kembar. Bisa karena kembar identik yang muncul secara random, atau karena kombinasi genetik dan faktor lain yang membuat ibu melepaskan lebih dari satu telur dalam satu siklus.
Kuncinya, pahami dulu jenis kembar yang kamu harapkan, kenali faktor-faktornya, dan jangan terlalu terpaku pada mitos “harus ada kembar di keluarga dulu.” Kadang alam memang suka kasih kejutan, dan sering kali kejutan itu datang dari arah yang nggak kita duga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline, MedlinePlus