Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 16:15 WIB

Ternyata Perasaanmu Bisa Mengubah Kondisi Kulitmu! Ini Penjelasan yang Wajib Kamu Baca

Author

Ilustrasi cewek melihat kondisi kulit wajahnya (Freepik)

INDOZONE.ID - Kalau ngomongin kulit yang sehat dan mulus, kebanyakan dari kita pasti langsung mikir soal serum anti-aging, moisturizer yang bikin lembap maksimal, atau sunscreen andalan. Tapi ada satu hal yang sering banget kelewatan: kesehatan mental.

Percaya atau nggak, apa yang terjadi di pikiranmu sering muncul di permukaan kulit. Saat kamu lagi stres, cemas, atau emosional, tubuh nggak cuma capek, kulitmu juga ikut “ngomong”. Stres dan emosi yang nggak stabil bisa memicu jerawat dadakan, bikin eksim kambuh, bahkan memperparah psoriasis dan rosacea. Yang lebih menarik? Hubungannya dua arah. Ketika kulit bermasalah, mood jadi makin kacau.

Jadi, gimana tepatnya mental health bisa berkaitan dengan kondisi kulit? Yuk bahas dengan cara yang santai dan mudah dipahami.

Stres bisa membangunkan masalah kulit yang “tertidur”

Saat stres, tubuh memproduksi lebih banyak hormon kortisol. Dalam kadar kecil, hormon ini normal. Tapi kalau berlebihan, kulit bisa ikut kacau. Efeknya bermacam-macam, seperti kulit lebih lambat sembuh, produksi minyak meningkat sehingga jerawat bermunculan, atau kondisi inflamasi makin rentan flare-up.

Jangan salah, kadang cuma karena deadline menumpuk atau hati lagi berat, kulit langsung “protes”. Tapi hal sederhana seperti stretching, mandi air hangat, journaling, deep breathing, atau dengar musik yang menenangkan bisa membantu tubuh keluar dari mode “darurat”.

Baca juga: Benarkah Stres Bisa Berpengaruh pada Kondisi Kulit? Ini Penjelasannya

Kecemasan bisa bikin kamu tanpa sadar menyiksa kulit

Pernah lagi gelisah lalu tanpa sadar mencubit jerawat, menggaruk wajah, atau kupas-kupas bekas luka? Itu bukan sekadar kebiasaan, itu respons kecemasan! Kalau berlanjut, risiko yang muncul bisa berupa luka baru, iritasi, atau bahkan bekas permanen.

Kadang solusinya bukan cuma ganti skincare, tapi juga belajar mengelola kecemasan atau mendapatkan bantuan profesional.

Depresi bisa membuat self-care terasa berat

Buat seseorang yang sedang berjuang dengan depresi, hal sederhana seperti mandi atau cuci muka bisa terasa berat. Bukan malas, tapi kehabisan tenaga secara mental. Kalau rutinitas skincare berhenti, kulit bisa terlihat kusam, kering, tidak terawat, dan mudah berjerawat.

Sadari bahwa mencari dukungan profesional bukan kelemahan, itu bentuk keberanian dan sayang pada diri sendiri.

Ekspresi negatif yang berulang bisa tinggalkan jejak

Kerutan wajah (irba.co.id)

Emosi bisa terbaca dari wajah: sering mengernyit, cemberut, rahang tegang, dan sebagainya. Jika terjadi terus-menerus, otot wajah bisa membentuk garis halus dan kerutan lebih cepat.

Untuk menguranginya, kamu bisa belajar face relaxation, mindfulness, atau sekadar mengingatkan diri sendiri untuk “relax your face”. Bonusnya, mood juga ikut lebih ringan.

Baca juga: Kenali Dermatillomania, Kondisi Sering Cabuti Kulit yang Dapat Bahayakan Kesehatan

Pikiran positif bisa bikin kulit lebih seimbang

Saat hati tenang dan bahagia, tubuh memproduksi hormon seperti serotonin dan dopamin yang membantu sistem tubuh bekerja lebih stabil termasuk sistem kulit. Penelitian soal ini masih terus berkembang, tapi satu hal sudah jelas: ketika mental lebih sehat, kulit lebih mudah mengikuti.

Skincare memang penting, tapi kulit bukan cuma soal apa yang kamu oleskan, melainkan juga apa yang kamu rasakan. Jadi, lain kali kalau kulit lagi rewel, jangan cuma lihat kandungan produk, coba tanya ke diri sendiri, “Bagaimana kabarmu hari ini, apakah benar-benar baik-baik saja?”

Karena kadang, yang dibutuhkan kulit bukan hanya skincare baru, tapi hati yang lebih tenang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Everydayhealth.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU