Minggu, 14 DESEMBER 2025 • 13:15 WIB

Dua Porsi Kacang Tanah per Hari Ternyata Bisa Tingkatkan Kesehatan Otak Lansia

Author

Kacang tanah (Pexels/Shattha pilabut)

INDOZONE.ID - Sebuah studi terbaru dari Maastricht University Medical Center, Belanda, mengungkapkan, konsumsi dua porsi kacang tanah setiap hari, dapat membantu menunjang kesehatan otak pada orang dewasa yang lebih tua atau lansia

Temuan ini muncul, di tengah meningkatnya jumlah penderita Alzheimer di Amerika Serikat. Kondisi itu diperkirakan mencapai lebih dari 7 juta orang pada 2025, tanpa adanya terapi penyembuhan.

Dikutip dari Medical News Today, penelitian tersebut meneliti pengaruh kacang tanah panggang berkulit, terhadap kesehatan otak.

Para peneliti menemukan, konsumsi kacang tanah dapat meningkatkan aliran darah ke otak. Terlebih, pada area yang terkait dengan fungsi memori dan kemampuan berpikir. 

Meski bukan merupakan bentuk pengobatan penurunan kognitif, hasil ini menunjukkan, konsumsi kacang tanah secara rutin berpotensi memberikan dukungan jangka panjang terhadap fungsi otak.

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Clinical Nutrition.

Baca juga: Gak Nyangka! Kenalin Kacang Tanah ke Bayi Justru Bikin Mereka Tidak Alergi?

Bagaimana Kacang Tanah Pengaruhi Aliran Darah ke Otak

Penelitian tersebut melibatkan orang dewasa berusia 60–75 tahun, untuk melihat bagaimana konsumsi kacang tanah memengaruhi fungsi vaskular, termasuk aliran darah ke otak. 

Menurut American Brain Foundation, aliran darah yang lancar, sangat penting untuk membawa oksigen serta nutrisi yang dibutuhkan dalam proses memori, fokus, dan pemecahan masalah.

Penelitian sebelumnya menunjukkan, penurunan aliran darah otak dapat berkontribusi pada perkembangan Alzheimer. Karena itu, perubahan pola makan kerap direkomendasikan sebagai langkah pencegahan. 

Kacang tanah dipilih dalam studi ini karena mengandung sejumlah nutrisi penting bagi kesehatan jantung, dan pembuluh darah, seperti:

  • Protein
  • Lemak Sehat
  • Polifenol dan antioksidan
  • L-arginine, asam amino yang berperan dalam mengatur aliran darah

Ilustrasi kacang tanah. (FREEPIK)

Peneliti tersebut menggunakan kacang tanah panggang berkulit. Sebab, kulit kacang mengandung serat tambahan, protein, serta senyawa antioksidan.

Studi ini melibatkan 31 laki-laki dan perempuan sehat berusia 60–75 tahun, yang memiliki berat badan stabil dan indeks massa tubuh dalam rentang normal. 

Peserta dengan alergi kacang tanah, diabetes, penyakit jantung, atau kondisi lain yang dapat memengaruhi hasil penelitian, tidak diikutsertakan.

Setiap peserta melalui dua fase selama 16 minggu, yakni fase kontrol dan fase intervensi, dengan jeda 8 minggu. Misal, pada fase kontrol, peserta diminta menghindari kacang tanah dan kacang pohon. 

Pada fase intervensi, mereka mengonsumsi 60 gram kacang tanah panggang berkulit, tanpa garam setiap hari. Peserta juga dilarang mengonsumsi kacang jenis lain selama fase ini.

Perbaikan Aliran Darah Otak dan Memori

Peserta menjalani pemeriksaan kesehatan pada awal, pertengahan, dan akhir setiap fase, meliputi pengukuran tekanan darah, pengambilan sampel darah, hingga pemeriksaan MRI serta tes memori.

Saat mengonsumsi kacang tanah, peserta mengalami peningkatan aliran darah ke otak sebesar 3,6 persen secara keseluruhan, dan 4,5 persen pada area gray matter

Beberapa area otak yang terkait dengan memori dan pengambilan keputusan menunjukkan peningkatan lebih tinggi, yaitu:

  • lobus frontal: naik 6,6 persen
  • lobus temporal: naik 4,9 persen

Baca juga: Benarkah Kacang Tanah Bisa Menyebabkan Jerawat? Ini Penjelasannya

Dalam uji fungsi kognitif, peserta menunjukkan sedikit peningkatan kemampuan memori verbal, yakni mampu mengenali satu kata tambahan, dibandingkan saat tidak mengonsumsi kacang. 

Peneliti menduga, peningkatan aliran darah pada lobus frontal dan temporal berperan dalam perbaikan memori tersebut.

Selain itu, tekanan darah sistolik peserta turun rata-rata 5 mmHg. Hal itu merupakan penurunan signifikan karena dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Meski hasilnya menjanjikan, peneliti menekankan, perlunya studi lebih besar untuk memastikan manfaat jangka panjang konsumsi kacang tanah terhadap kesehatan otak.

Perlu dicatat, penelitian ini mendapatkan pendanaan dari The Peanut Institute Foundation. Namun, desain serta analisis penelitian tetap dikendalikan oleh para peneliti.

Menjanjikan, Namun Butuh Bukti Lebih Kuat

Tommy Wood, MD, seorang ahli saraf di Seattle yang tidak terlibat dalam penelitian menilai, studi ini menarik dan menambah bukti, makanan kaya polifenol dapat mendukung kesehatan pembuluh darah.

Menurut Wood, desain penelitian crossover cukup baik untuk studi nutrisi. Tapi jumlah peserta yang kecil, membatasi kekuatan statistiknya.

Mereka sedikit terkendala ukuran sampel, tetapi tetap menjadi tambahan yang bermanfaat bagi literatur,” ujarnya. 

Ia menyarankan, alternatif seperti cokelat hitam, beri, atau kacang pohon bagi mereka yang tidak dapat mengonsumsi kacang tanah.

Sementara itu, Edmond Hakimi, DO, dokter penyakit dalam dan direktur medis Wellbridge di New York, juga menilai, hasil penelitian ini menjanjikan. 

Ia menyoroti, penggunaan MRI dalam penelitian memberikan ukuran objektif terhadap perubahan aliran darah otak.

Meski begitu, Hakimi menilai, studi ini perlu diperluas dengan peserta yang lebih banyak dan lebih beragam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU